Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan gerakan pilah sampah di seluruh wilayah Jakarta sebagai upaya mentransformasi sistem pengelolaan limbah di Ibu Kota pada Minggu (10/5/2026). Deklarasi yang dilansir dari Megapolitan ini berlangsung di kawasan Car Free Day Jalan H.R. Rasuna Said dalam rangka pencanangan HUT ke-499 Jakarta.
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 yang menginstruksikan pemilahan sampah dilakukan serentak mulai dari tingkat rumah tangga hingga Kepulauan Seribu. Pemerintah menargetkan perubahan pola dari pengangkutan langsung menjadi proses pemilahan di sumber guna mengurangi beban tempat pembuangan akhir.
Pramono Anung menegaskan bahwa inisiatif lingkungan ini didukung penuh oleh jajaran pemerintah pusat demi memastikan pelaksanaan teknis di lapangan berjalan maksimal sesuai standar yang ditetapkan.
ÔÇ£Pada hari ini secara resmi Pemerintah Jakarta atas arahan dan juga bimbingan dari Menko Pangan dan Menteri Lingkungan Hidup mengadakan kegiatan pilah sampah sesuai dengan instruksi gubernur,ÔÇØ kata Pramono.
Gubernur juga memastikan bahwa gerakan ini akan dipantau secara ketat di semua wilayah kota administrasi untuk menjamin keberlanjutan program dalam jangka panjang.
ÔÇ£Dan kegiatan ini tidak setengah-setengah karena semuanya berjalan serentak di lima kota dan juga di Pulau Seribu untuk melakukan pilah sampah,ÔÇØ ujar Pramono.
Perubahan pola pengelolaan ini mewajibkan pemisahan antara sampah organik dan anorganik sebelum dikirim ke fasilitas penampungan. Saat ini, Jakarta masih mengandalkan TPST Bantargebang sebagai lokasi utama, namun Pemprov telah menyiapkan infrastruktur pendukung seperti RDF Rorotan dan TPS 3R.
ÔÇ£Kebetulan selain Bantargebang, kita juga ada RDF Rorotan dan juga TPS 3R. Itulah yang akan menjadi penampung-penampung sampah,ÔÇØ ucap Pramono.
Sektor usaha seperti hotel, restoran, dan kafe juga menjadi target pengawasan ketat dengan ancaman konsekuensi bagi mereka yang melanggar aturan pengelolaan limbah tersebut.
ÔÇ£Kalau mereka tidak mematuhi, tidak memenuhi itu, maka akan diberikan sanksi,ÔÇØ tegas Pramono.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyoroti pentingnya peran rumah tangga dalam keberhasilan manajemen limbah nasional karena volume sampah domestik merupakan tantangan yang paling besar saat ini.
ÔÇ£Nah, yang paling berat itu memang sampah dari rumah. Memilah, memilah. Oleh karena itu, gerakan menyongsong 499 dalam rangka ulang tahun Jakarta dicanangkan oleh Pak Gubernur ini menjadi kuncinya,ÔÇØ ujar Zulkifli.
Pemerintah pusat juga memproyeksikan penyelesaian masalah sampah di Bantargebang melalui penerapan teknologi pemrosesan limbah modern yang ditargetkan rampung pada dua tahun mendatang.
ÔÇ£Yang Bantargebang, kita selesaikan melalui waste to energy, teknologi yang sudah ada di dunia, insinerator, akan selesai insyaallah 2028,ÔÇØ kata Zulkifli.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menambahkan bahwa partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan agar program ini tidak sekadar menjadi kegiatan administratif birokrasi semata.
ÔÇ£Ini menjadi gerakan bukan hanya gerakan birokrasi, bukan jadi gerakan pemerintah, tapi menjadi gerakan warga Jakarta,ÔÇØ ujar Hanif.
| Jenis Sampah | Contoh Material | Metode Pengolahan |
|---|---|---|
| Organik (Hijau) | Sisa makanan, kulit buah, daun | Komposting, Maggot BSF, Biodigester |
| Anorganik | Kertas, kardus, plastik, logam | Bank sampah, Offtaker |
| B3 | Baterai, limbah elektronik, kemasan kimia | Fasilitas Khusus (TPS B3) |
| Residu | Limbah yang tidak dapat diolah kembali | RDF Plant dan PLTSa |