Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa implementasi kesetaraan gender di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah berjalan nyata melalui penempatan perempuan pada berbagai jabatan strategis. Pernyataan tersebut disampaikan Pramono di Balai Kota DKI Jakarta pada Kamis, 7 Mei 2026, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.
Sejumlah posisi krusial yang saat ini dipimpin oleh perempuan di antaranya adalah Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Ika Agustin, Kepala Bappeda Atika Nur Rahmania, serta Kepala Bapenda Lusiana Herawati. Pramono menegaskan bahwa Jakarta merupakan salah satu provinsi dengan jumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) perempuan terbanyak.
"Seperti yang kita ketahui, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Jakarta mungkin salah satu provinsi yang OPD-nya hampir separuh kepala-kepalanya adalah perempuan," ujar Pramono, Gubernur DKI Jakarta.
Langkah penunjukan ini disebut sebagai bukti konkret bahwa kebijakan kesetaraan di ibu kota bukan sekadar slogan semata. Pramono memberikan jaminan bahwa ruang kepemimpinan bagi perempuan di Jakarta terbuka sangat luas, terutama pada sektor-sektor yang berkaitan dengan kebijakan ekonomi.
"Saya memberikan ruang yang seluas-luasnya untuk kesetaraan di Jakarta. Bukan hanya sekadar jargon, tetapi implementasinya itu terlihat dari hampir seperti yang saya katakan tadi, separuh dari OPD, lebih, di Jakarta ini perempuan. Bahkan tempat-tempat strategis yang berkaitan dengan ekonomi, hampir semuanya perempuan," ujar Pramono.
Mantan Sekretaris Kabinet ini juga menjelaskan bahwa peran perempuan di lingkungan pemerintah daerah tidak lagi terbatas pada urusan kesejahteraan sosial. Mereka kini memegang tanggung jawab besar dalam menangani persoalan teknis dan keuangan daerah yang memiliki tingkat kesulitan tinggi.
"Bahkan beberapa kepala yang sangat strategis, yang bertanggung jawab terhadap banjir pun, perempuan. Bappeda, Bapenda, dan sebagainya perempuan. Sehingga dengan demikian, isu tentang perempuan di Jakarta relatif hampir tidak pernah ada," ujar Pramono.
Selain di jajaran pejabat tinggi, kontribusi kaum perempuan juga terlihat pada level akar rumput melalui peran kader PKK, Dasawisma, hingga Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Kinerja para petugas lapangan ini berdampak langsung pada perbaikan kualitas lingkungan permukiman di wilayah Jakarta.
Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah RW kumuh di Jakarta mengalami penurunan signifikan dari sebelumnya 445 menjadi 211 RW. Pramono mengaitkan pencapaian tersebut dengan dedikasi para perempuan yang aktif bergerak di tengah masyarakat.
"Bahkan ketika kemarin teman-teman juga menyaksikan ketika Kepala Badan Pusat Statistik mengumumkan RW kumuh berkurang dari 445 menjadi 211. Prestasi itu tidak mungkin tanpa perempuan-perempuan hebat di lapangan. Di antaranya adalah PKK, Dasawisma, Jumantik, dan sebagainya yang ada di lapangan," ujar Pramono.