Prabowo Perintahkan Penurunan Bunga KUR Menjadi 5 Persen

Prabowo Perintahkan Penurunan Bunga KUR Menjadi 5 Persen
Foto: Ilustrasi Prabowo Perintahkan Penurunan Bunga KUR Menjadi 5 Persen.

Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan perbankan milik negara untuk menurunkan suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi maksimal 5 persen per tahun pada peringatan Hari Buruh Internasional di Monumen Nasional, Jakarta, Jumat (1/5/2026).

Langkah strategis tersebut diambil untuk melindungi kelompok masyarakat rentan seperti buruh, petani, dan nelayan dari jeratan bunga pinjaman informal yang sangat tinggi, sebagaimana dilansir dari Suara.

Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah dalam menyediakan pembiayaan yang lebih terjangkau bagi rakyat kecil guna meningkatkan kesejahteraan nasional secara merata melalui akses perbankan pelat merah.

"Ibu saya sudah perintahkan bank-bank milik RI sebentar lagi kita akan kucurkan KUR maksimal 5 persen satu tahun," kata Presiden Prabowo.

Presiden mengungkapkan bahwa tingginya beban bunga pinjaman selama ini telah menyulitkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari meskipun sudah bekerja keras di sektor masing-masing.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet menilai penurunan bunga dari sebelumnya 6 persen menjadi 5 persen ini bertujuan memutus ketergantungan warga pada rentenir atau pinjol ilegal.

Meskipun demikian, Yusuf memberikan catatan terkait karakteristik kelompok unbankable yang biasanya tidak memiliki legalitas usaha atau riwayat kredit, yang tetap menjadi tantangan dalam penyaluran KUR formal.

"Ketika pesan publik yang muncul adalah negara akan terus hadir menurunkan beban kredit, ada kemungkinan sebagian debitur menjadi kurang disiplin dalam pembayaran. Risiko seperti ini memang tidak selalu besar, tetapi perlu diantisipasi," jelas Yusuf, Ekonom CORE.

Penguatan literasi keuangan dan integrasi data pelaku usaha kecil menjadi krusial agar perluasan akses pembiayaan ultra mikro ini dapat berjalan efektif tanpa meningkatkan risiko kredit bermasalah bagi perbankan.

Artikel terkait

Rekomendasi