Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mencapai swasembada energi guna menjaga ketahanan nasional di tengah gejolak global saat memberikan sambutan dalam peringatan Hari Buruh Sedunia di Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026). Langkah ini diambil sebagai respons atas krisis energi yang melanda banyak negara akibat konflik di Asia Barat.
Presiden menyatakan bahwa posisi energi Indonesia saat ini masih berada dalam kategori aman, namun percepatan kemandirian tetap menjadi prioritas utama. Dilansir dari Money, pemerintah memandang situasi krisis sebagai momentum untuk mempercepat transformasi dari energi impor menuju sumber daya domestik.
ÔÇ£Kita swasembada pangan. Pangan kita aman. BBM kita masih aman,ÔÇØ ujar Prabowo.
Kepala Negara menjelaskan bahwa rencana akselerasi ini sudah dibahas sebelumnya dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada Jumat (13/3/2026). Kebijakan tersebut fokus pada pemanfaatan potensi energi terbarukan yang melimpah di dalam negeri.
ÔÇ£Menurut saya, krisis justru mempercepat rencana transformasi kita. Akhirnya kita dipaksa akselerasi. Kita sudah mengerti masalahnya, dari dulu kita ingin swasembada pangan, swasembada energi. Kita sudah mengarah ke situ. Tapi sekarang akan mempercepat,ÔÇØ ujar Prabowo.
Pemerintah berencana mengalihkan ketergantungan energi kepada sumber-sumber yang dimiliki sendiri oleh Indonesia. Prabowo menyebutkan kerja keras diperlukan untuk mewujudkan peralihan tersebut secara konsisten.
ÔÇ£Kita sudah tahu bahwa kita harus melakukan pengalihan energi kepada energi terbarukan, kepada energi yang kita miliki sendiri. Kita sudah paham itu. Ini mempercepat. Jadi ini memaksa kita untuk bekerja lebih keras,ÔÇØ kata Prabowo.
Berbagai bahan baku nabati seperti kelapa sawit, tebu, singkong, hingga jagung akan dioptimalkan menjadi bahan bakar alternatif. Selain itu, potensi energi geotermal, air, dan hidro juga akan dimaksimalkan.
ÔÇ£Kita punya kelapa sawit, bisa kita ubah menjadi solar, bisa menjadi etanol. Kita bisa dari tebu, kita bisa dari singkong, kita bisa dari jagung. Ini kita punya semua. Kita punya geotermal yang banyak. Kita bisa pakai kekuatan air, hidro, mini hidro, banyak sekali,ÔÇØ tutur Prabowo.
Target ambisius juga ditetapkan pada sektor tenaga surya dengan rencana pembangunan kapasitas hingga 100 gigawatt. Proyek ini diproyeksikan membutuhkan lahan seluas 100.000 hektare untuk menampung infrastruktur tersebut.
ÔÇ£Kita akan melaksanakan pembangunan yang sangat cepat terhadap tenaga surya, yang rencananya kita akan melakukan 100 gigawatt yang kita targetkan harus selesai dalam dua tahun yang akan datang ini. 100 gigawatt itu adalah 100 ribu megawatt. Berarti kita butuh secara garis besar 100 ribu hektare,ÔÇØ kata Prabowo.
Melengkapi strategi tersebut, pemerintah juga tengah menyiapkan pengembangan ladang gas di Blok Andaman serta proyek Masela. Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Nurdin Halid, memberikan apresiasi terhadap langkah sistematis pemerintah dalam memperkuat sektor hulu hingga hilir.
ÔÇ£Ini bukan capaian yang datang tiba-tiba. Ada kerja sistematis dari hulu ke hilir yang dilakukan pemerintah. Saya melihat Menteri ESDM berhasil membaca situasi global dan menyiapkan Indonesia lebih tahan terhadap guncangan,ÔÇØ ujar Nurdin Halid, Anggota DPR RI.
Nurdin menyebut laporan JP Morgan menempatkan Indonesia di posisi kedua dunia sebagai negara paling tahan krisis energi minyak dan gas. Strategi diversifikasi melalui biodiesel dan bioetanol dinilai menjadi kunci keunggulan Indonesia dibandingkan negara maju yang bergantung pada impor.
ÔÇ£Negara-negara maju justru terpukul karena terlalu bergantung pada impor. Indonesia sekarang menunjukkan arah berbeda, memanfaatkan sumber daya sendiri sebagai kekuatan utama,ÔÇØ katanya.
Langkah taktis lainnya meliputi pengembangan dimethyl ether (DME) dan compressed natural gas (CNG) untuk menggantikan LPG impor. Program transisi energi bersih diharapkan terus berlanjut agar Indonesia tetap kompetitif di masa depan.
ÔÇ£Ke depan, kita tidak boleh berhenti. Ketahanan energi harus dibarengi dengan transisi menuju energi bersih agar Indonesia tidak hanya tahan krisis, tetapi juga kompetitif di masa depan,ÔÇØ ujarnya.