Presiden RI Prabowo Subianto tiba di Bandara Orly, Paris, Prancis pada Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 waktu setempat dalam rangka kunjungan kenegaraan resmi. Kepala Negara dijadwalkan segera melangsungkan pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron guna memperkuat hubungan kedua negara.
Pendaratan pesawat kepresidenan tersebut mengakhiri perjalanan udara selama 16 jam dari Jakarta seperti dilansir dari Investor Daily. Setibanya di Paris, kedatangan Presiden Prabowo disambut langsung oleh Menteri Tenaga Kerja dan Solidaritas Prancis Jean-Pierre Farandou disertai jajaran pasukan kehormatan serta ratusan warga negara Indonesia.
Lawatan ini menjadi bentuk balasan atas kunjungan kenegaraan Presiden Emmanuel Macron ke Indonesia pada tahun lalu. Pertemuan antarpemimpin ini tercatat terus diintensifkan melalui serangkaian agenda pada 14 Juli 2025, 23 Januari 2026, dan 14 April 2026.
Peningkatan status kemitraan menjadi Comprehensive Strategic Partnership mencerminkan signifikansi posisi kedua negara di tengah dinamika ketidakpastian global saat ini. Hubungan bilateral yang terjalin sejak 1950 tersebut kini berfokus pada penguatan sektor pertahanan, energi baru terbarukan, investasi hilirisasi, serta pendidikan.
"Peningkatan status ini mencerminkan semakin pentingnya posisi Indonesia dan Prancis bagi satu sama lain di tengah ketidakpastian global," tulis Kementerian Luar Negeri RI dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Rabu (27/5/2026).
Kerja sama kedua negara dinilai kian strategis setelah Indonesia memodernisasi alutsista melalui pengadaan jet tempur Rafale serta program kapal selam. Bagi Indonesia, Prancis merupakan mitra kunci untuk pengamanan teknologi tinggi dalam hilirisasi mineral kritis, sedangkan bagi Prancis hubungan ini penting demi mempertahankan pengaruh di Indo Pasifik.