Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima penganugerahan tanda kehormatan Grand Croix de la L├®gion d'Honneur dari Presiden Prancis Emmanuel Macron. Penghargaan tertinggi ini diserahkan langsung dalam rangkaian kunjungan kenegaraan resmi di Prancis baru-baru ini.
Pemberian tanda kehormatan ini menjadi simbol pengakuan tertinggi atas kontribusi besar dalam mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis. Kerja sama yang diperkuat berfokus utama pada sektor pertahanan serta keamanan kedua negara, seperti dikutip dari Media Indonesia.
L├®gion d'Honneur atau Legiun Kehormatan merupakan tanda kemiliteran dan sipil paling tinggi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Prancis. Institusi penghargaan ini pertama kali didirikan oleh Napoleon Bonaparte pada 19 Mei 1802. Dalam hierarki penghargaan tersebut, Grand Croix atau Salib Agung menempati tingkatan tertinggi atau kelas pertama.
Sistem tanda kehormatan L├®gion d'Honneur terbagi ke dalam lima tingkatan kelas secara berurutan. Tingkat tertinggi adalah Grand Croix, yang kemudian diikuti oleh Grand Officier, Commandeur, Officier, dan kelas terakhir yaitu Chevalier.
Sebagai kelas tertinggi, Grand Croix diberikan secara eksklusif kepada kepala negara, pejabat pemerintahan senior, atau individu yang dinilai memiliki jasa luar biasa. Penghargaan ini menyasar figur yang berdampak besar bagi kepentingan Prancis atau dalam skala internasional.
Faktor Penting di Balik Penghargaan Prabowo Subianto
Penganugerahan Grand Croix kepada Prabowo Subianto didasari oleh beberapa aspek strategis. Salah satunya adalah modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) Indonesia yang berkembang pesat selama masa jabatan Prabowo sebagai Menteri Pertahanan. Langkah ini direalisasikan melalui kemitraan dengan industri pertahanan Prancis, termasuk pengadaan jet tempur Rafale dan kapal selam Scorpène Evolved.
Penghargaan ini juga merefleksikan kepercayaan besar Prancis terhadap posisi Indonesia sebagai kekuatan penyeimbang yang vital di kawasan Indo-Pasifik. Di samping itu, apresiasi ini menjadi bentuk penghormatan personal atas rekam jejak panjang Prabowo di ranah militer dan politik hingga menjadi pemimpin Indonesia.
Melalui pencapaian ini, Prabowo Subianto resmi bergabung dengan jajaran tokoh dunia yang menerima penghargaan serupa. Para penerima tanda kehormatan ini dinilai memiliki andil besar dalam menjaga perdamaian serta membangun kerja sama internasional.
Simbol dan Aturan Otoritas Penghargaan
Penerima kelas Grand Croix memiliki hak untuk mengenakan atribut khusus berupa lencana bintang perak besar atau plaque pada dada sebelah kanan. Atribut tersebut dilengkapi dengan salib emas yang dikaitkan pada pita merah lebar atau grand cordon yang diselempangkan dari bahu kanan menuju pinggul kiri.
Ordo ini membawa motto "Honneur et Patrie" yang berarti Kehormatan dan Tanah Air. Semboyan tersebut merepresentasikan nilai-nilai keberanian, integritas, serta pengabdian yang melekat pada diri setiap individu penerimanya.
Hak untuk memberikan tingkatan Grand Croix sepenuhnya berada di bawah otoritas Presiden Prancis. Dalam sistem ini, Presiden Prancis bertindak langsung sebagai Grand Master dari Ordo L├®gion d'Honneur.
Meskipun pada awal pendiriannya ditujukan bagi warga negara Prancis, penghargaan ini kini dapat diserahkan kepada warga negara asing. Kriterianya adalah individu yang memberikan layanan luar biasa bagi Prancis atau konsisten mendukung nilai-nilai yang dijunjung tinggi negara tersebut.
Sejumlah tokoh Indonesia tercatat pernah menerima penghargaan L├®gion d'Honneur dalam berbagai tingkatan kelas yang berbeda. Kendati demikian, pencapaian untuk kelas Grand Croix termasuk kategori yang sangat langka dan bersifat eksklusif bagi figur setingkat kepala negara atau menteri senior.
Rangkaian Kegiatan Kunjungan di Paris
Dalam perkembangannya, Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara jamuan santap malam kenegaraan yang digelar oleh Presiden Emmanuel Macron di Istana ├ëlys├®e, Paris, Prancis pada Kamis (28/5). Pada momen makan malam tersebut, Presiden Prabowo tampak mengenakan anugerah tanda kehormatan yang telah diberikan oleh Macron.
Pertemuan bilateral di Istana ├ëlys├®e ini juga dimanfaatkan kedua pemimpin untuk memperkuat sinergi di luar bidang militer. Keduanya berkomitmen untuk meningkatkan kemitraan strategis pada sektor ekonomi serta sektor pendidikan.
Sebagai bagian dari penguatan hubungan tersebut, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan sebuah rencana kebijakan baru. Pemerintah Indonesia berencana untuk memperluas program pembelajaran bahasa Prancis di sekolah-sekolah Indonesia demi mempererat hubungan kebudayaan kedua negara.