Prabowo Subianto Temui Vladimir Putin Amankan Pasokan Minyak Nasional

Prabowo Subianto Temui Vladimir Putin Amankan Pasokan Minyak Nasional
Foto: Ilustrasi Prabowo Subianto Temui Vladimir Putin Amankan Pasokan Minyak Nasional.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan kunjungan diplomatik darurat ke Moskow pada Minggu (12/4/2026) malam demi menemui Presiden Rusia Vladimir Putin secara langsung.

Langkah ini diambil guna mengamankan pasokan bahan bakar nasional setelah harga minyak dunia melonjak melampaui 104 dolar AS per barel akibat perintah Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memblokade Selat Hormuz.

Dilansir dari Investortrust, kepala kebijakan luar negeri dan energi tertinggi turut mendampingi Presiden Prabowo dalam penerbangan yang menggunakan pesawat Boeing 737 dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma tersebut.

Pertemuan ini dinilai krusial mengingat jalur pasokan Timur Tengah menghadapi penutupan total setelah kegagalan negosiasi antara Wakil Presiden AS JD Vance dan pejabat Iran di Islamabad.

Minyak mentah berjangka WTI melonjak hingga 8 persen ke angka 104,20 dolar AS per barel, sementara minyak mentah Brent menembus angka 101 dolar AS per barel karena Komando Sentral AS bersiap mencegat lalu lintas maritim dari pelabuhan Iran.

Kondisi geopolitik ini memicu kekhawatiran karena Indonesia berstatus sebagai importir minyak neto yang sangat rentan terhadap lonjakan harga.

Di dalam negeri, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia langsung anjlok 0,65 persen atau turun 48,42 poin ke level 7.410 pada pembukaan perdagangan hari Senin seiring kekhawatiran membengkaknya subsidi energi.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan penjelasan mengenai agenda utama pertemuan bilateral tingkat tinggi yang dijadwalkan berlangsung di Kremlin tersebut.

"President Prabowo is scheduled to conduct a one-on-one meeting with President Vladimir Putin on Monday afternoon," kata Teddy Indra Wijaya.

Pihak istana menegaskan bahwa fokus diplomasi ini murni untuk mengatasi ancaman sistemik terhadap visi ekonomi Indonesia Emas 2045.

"to ensure a stable national energy supply, including the availability of oil," ujar Teddy Indra Wijaya.

Di sisi lain, situasi di Selat Hormuz semakin tegang setelah pihak Iran mengeluarkan peringatan keras terkait kendali jalur perdagangan minyak dunia yang mencakup 20 persen perdagangan global tersebut.

"The key to the Strait of Hormuz remains in the hands of the Islamic Republic," kata Ali Akbar Velayati, penasihat Pemimpin Tertinggi Iran.

Saat ini para investor regional sedang memantau ketat hasil konferensi tingkat tinggi antara Prabowo dan Putin karena keberhasilan kesepakatan energi ini dinilai dapat menjadi penyangga untuk menstabilkan nilai tukar Rupiah.

Artikel terkait

Rekomendasi