Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak signifikan terhadap perputaran ekonomi di wilayah pedesaan. Anggaran belanja pemerintah pusat sebesar Rp 10,8 miliar kini bergerak ke setiap desa semenjak program tersebut digulirkan, dilansir dari Detik Finance pada Sabtu (16/5/2026).
"Tiap hari di desa beredar uang 3.000 kali Rp 15.000, ada yang lebih ada yang sedikit, berkurang dan sebagainya. 3.000 kali Rp 15.000, Rp 45 juta tiap hari, dan di situ adalah 5 hari seminggu kali 4, 20 hari kali Rp 45 juta. Berarti Rp 900 juta tiap bulan, kali 12. 12 kali Rp 900 juta, Rp 10,8 miliar," katanya dalam peresmian 1.062 Kopdes Merah Putih seperti dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (16/5/2026).
Pergerakan dana stimulus tersebut dinilai jauh lebih besar dibandingkan alokasi dana desa konvensional yang rata-rata berjumlah Rp 1 miliar per desa. Kendati demikian, pemerintah desa diwajibkan mengalokasikan modal awal untuk membangun fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Yang tadinya sebelum ada MBG kita kirim Rp 1 miliar dana desa, dengan MBG kita tambah Rp 10 miliar. kita pakai dulu uang dana desa, kita pake dulu Rp 500 juta ya, tapi 6 tahun akan kembali," ujarnya.
Alokasi dana belasan miliar tersebut dikhususkan untuk memenuhi kebutuhan menu pangan para penerima manfaat. Melalui lonjakan konsumsi tersebut, para produsen komoditas pangan di tingkat desa dapat langsung merasakan peningkatan pendapatan akibat hasil bumi yang terserap optimal.
"Satu desa Rp 10,8 miliar beredar di situ, artinya yang tanam ikan lele bisa dijual, yang tanam bawang merah bisa terjual, yang bikin tempe bisa terbeli, yang jual telur bisa, semua produsen di desa itu hidup, dan kita bisa patahkan biaya logistik, nggak usah jauh-jauh ke pasar, pasarnya ada di desanya sendiri," ucap Prabowo.
Langkah integrasi program ini bersama operasional Koperasi Desa Merah Putih diharapkan mampu menekan ongkos logistik sekalian memeratakan distribusi anggaran negara. Kerja sama ini ditargetkan matang dengan target pengoperasian sekitar 3.000 unit koperasi baru pada Agustus 2026.
"MBG ditambah dengan kooperasi desa merah putih ini akan membangkitkan ekonomi kita," terangnya.
Saat ini, tercatat sebanyak 1.061 unit koperasi desa sudah resmi berjalan di berbagai wilayah. Pemerintah optimistis perluasan jaringan koperasi ini akan terus berjalan secara bertahap hingga tahun-tahun mendatang.
"Kalau umpamanya tidak sampai 30.000, kalau hanya sampai 20.000, saya katakan 20.000 ini juga adalah prestasi yang saya kira jarang bisa diketemukan di negara lain. Kita buktikan hari ini dan kita buktikan nanti bulan Agustus, 20.000 minimal kooperasi berdiri, dan kita lihat Desember seribu desa nelayan, dan kita lihat tahun 2027 berapa ratus sekolah baru kita bangun, berapa sekolah rakyat kita bangun," ucap Prabowo.