Presiden Prabowo Subianto Temui Emmanuel Macron di Prancis

Presiden Prabowo Subianto Temui Emmanuel Macron di Prancis
Foto: Ilustrasi Presiden Prabowo Subianto Temui Emmanuel Macron di Prancis.

Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan resmi ke Prancis pada pekan ini untuk memenuhi undangan langsung dari Presiden Emmanuel Macron yang sempat tertunda karena masalah kecocokan jadwal. Dilansir dari Investor Daily, Menteri Luar Negeri Sugiono mengonfirmasi bahwa pertemuan kedua kepala negara tersebut berlangsung di Istana Elysee, Paris, pada Kamis (28/5/2026).

Kunjungan kenegaraan ini merupakan penjadwalan ulang dari rencana awal yang sedianya dilaksanakan sekitar bulan April lalu. Hubungan diplomatik kedua negara terus diperkuat melalui pertemuan ini, terutama pada sektor pertahanan, ekonomi, serta transisi energi.

"Ini adalah undangan dari Presiden Macron yang sebenarnya sempat tertunda. Jadi waktu itu, kalau tidak salah bulan April, kunjungan yang diharapkan dilaksanakan. Namun, waktunya tidak cocok pada saat itu," ujar Menlu Sugiono.

Pembahasan mengenai kunjungan ini kembali mencuat setelah Presiden Macron kembali menyampaikan undangan langsung dalam kesempatan tatap muka berikutnya. Kehadiran Presiden Prabowo di Paris juga berfungsi sebagai kunjungan balasan atas kedatangan Presiden Macron ke Indonesia sebelumnya.

"Pada saat kunjungan Presiden kita ke Paris dalam pertemuan kedua kepala negara waktu itu, Presiden Macron kembali mengundang dan mengajukan tanggal yang saat ini. Jadi karena sudah diajukan dua kali, pada kesempatan kedua inilah Pak Presiden memenuhi undangan tersebut," jelas Sugiono.

Langkah diplomasi ini sekaligus menjadi kelanjutan dari hubungan kerja sama yang telah dibangun oleh Prabowo Subianto saat masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Kunjungan resmi ini bertujuan memperkuat kesepakatan bilateral yang sudah ada terdahulu.

"Beliau hadir di Paris dalam rangka kunjungan kenegaraan, sebagai kunjungan balasan dari kunjungan Presiden Macron ke Indonesia," tambah Menlu.

Prancis menempatkan Indonesia sebagai mitra strategis utama di kawasan Indo-Pasifik, sedangkan Indonesia memerlukan dukungan Prancis untuk modernisasi alutsista dan investasi hijau. Sebelum dilantik, Prabowo tercatat telah beberapa kali ke Paris guna membahas pengadaan jet tempur Rafale serta kapal selam Scorpène.

Artikel terkait

Rekomendasi