Presiden Prabowo Subianto menyentil sejumlah kader PDI Perjuangan (PDIP) yang memenangkan tender proyek pemerintah saat menyampaikan pidato kenegaraan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (20/5/2026).
Momen sentilan tersebut dilontarkan dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 yang membuat seisi ruangan bersorak, seperti dilansir dari Investor Daily.
Pada awal pidatonya, Kepala Negara mengapresiasi dan menghormati peran PDIP yang memilih berada di luar pemerintahan sebagai kekuatan penyeimbang demi menjaga mekanisme kontrol dan keseimbangan demokrasi.
"Memang tidak semua partai di sini bagian dari pemerintah dan saya hormati dan saya hargai itu. Demokrasi kita perlu check and balances. Saya paham dan saya mengerti bahwa PDIP berkorban untuk berada di luar pemerintah," kata Presiden Prabowo Subianto.
Meskipun demikian, ia mengaku sebenarnya memiliki keinginan untuk merangkul partai berlambang banteng moncong putih tersebut masuk ke dalam koalisi pemerintahan demi mewujudkan semangat gotong royong.
"Sebenarnya saya ingin ucapkan terima kasih kepada PDIP. Saudara berjasa untuk demokrasi kita. Memang maunya saya itu gotong royong. Kalau semua partai di pemerintah, alangkah manisnya. Alangkah manisnya untuk saya, tapi mungkin tidak baik," imbuh Presiden Prabowo Subianto.
Presiden kemudian mengungkapkan bahwa kritik tajam yang kerap dilayangkan oleh anggota fraksi oposisi tersebut ke pemerintah sering kali menyita perhatiannya hingga menjelang waktu tidur malam.
"Kadang-kadang saya malam-malam sebelum tidur, pilu hati saya. Ini anggota PDIP ini kadang-kadang kritiknya keras banget itu. Tapi saya sadar lama-lama sebetulnya mungkin ada dasarnya, iya kan?" kata Presiden Prabowo Subianto.
Kendati sering menerima kritik pedas, ia memaklumi hal tersebut sebagai bagian dari dinamika demokrasi dan mengungkap adanya laporan dari menteri mengenai keterlibatan kader partai oposisi tersebut dalam proyek negara.
"Kalau di pemerintah kan banyak fasilitas tapi tanya saya selalu mengatakan menteri-menteri minta petunjuk pak ini bagaimana ada proyek ada tender tapi di belakangnya PDIP," ucap Presiden Prabowo Subianto.
Situasi lumrah mengenai pemenangan tender itu kemudian dikaitkan dengan kenangan masa lalu ketika Megawati Soekarnoputri memberikan bantuan ekonomi saat dirinya belum memegang kekuasaan.
"Tenang aja karena waktu saya nggak berkuasa, Ibu Mega juga bantu saya di bidang ekonomi," kata Presiden Prabowo Subianto.