Presiden Prabowo Subianto menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dan perusahaan teknologi Hisense di Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Jumat, 15 Juni 2025. Dilansir dari Investor Daily, kemitraan strategis ini bertujuan untuk menjajaki kolaborasi di bidang teknologi guna memperkuat ekosistem industri nasional.
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, menandatangani kesepakatan tersebut bersama CTO Danantara Sigit Puji Santosa dan Chairman Hisense Group Jia Shaoqian. Prosesi ini turut dihadiri oleh jajaran menteri dari Kabinet Merah Putih di kediaman pribadi Presiden.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan rincian mengenai signifikansi pertemuan tersebut dalam keterangan resminya. Penandatanganan ini dianggap sebagai langkah awal Indonesia dalam mempererat hubungan dengan pemain industri global di sektor strategis.
"Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo turut menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Badan Pengelola Investasi Danantara dan Hisense. MoU tersebut menjadi langkah awal dalam menjajaki kerja sama di bidang teknologi," ujar Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara.
Prasetyo menambahkan bahwa agenda ini berfokus pada upaya pemerintah untuk menarik modal berkualitas ke dalam negeri. Kerja sama diharapkan mampu mendorong terjadinya transfer teknologi serta pembukaan lapangan kerja baru bagi masyarakat Indonesia.
"Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan produktif. Presiden Prabowo menyambut baik minat Hisense untuk memperkuat kerja sama dengan Indonesia, khususnya dalam mendukung agenda pembangunan nasional, peningkatan investasi, serta penguatan ekosistem industri dalam negeri," ujar Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara.
Pemerintah Indonesia dan Hisense melalui MoU ini menegaskan komitmen untuk membangun kemitraan yang saling menguntungkan dalam jangka panjang. Langkah ini juga diproyeksikan dapat meningkatkan daya saing Indonesia pada sektor industri global di masa mendatang.
Sederet pejabat negara turut hadir dalam pertemuan tersebut, di antaranya Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Luar Negeri Sugiono, dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Hadir pula Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto serta Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.