Presiden Prabowo Subianto meresmikan dimulainya proyek hilirisasi nasional tahap II di Refinery Unit IV Cilacap, Provinsi Jawa Tengah, pada Rabu, 29 April 2026. Langkah ini bertujuan memperkuat kemandirian ekonomi melalui pengembangan industri yang adaptif terhadap teknologi terkini.
Sebagaimana dilansir dari Ekonomi, kepala negara menegaskan bahwa evaluasi objektif dan ilmiah terhadap proyek strategis sangat diperlukan. Hal ini bertujuan agar setiap pembangunan tetap relevan dengan kemajuan zaman yang bergerak sangat dinamis.
ÔÇ£Saya minta kita objektif dan kita bersifat saintifik. Kita hitung secara matematik. Kalau proyek ini, walaupun kita canangkan dan kita adakan feasibility study, mulai satu tahun yang lalu, enam bulan yang lalu, kalau hari ini terjadi perkembangan teknologi, kita bisa mendapat teknologi yang lebih bagus, teknologi yang lebih murah, menghasilkan sesuatu yang lebih untung bagi rakyat, kita harus berani mengubah rencana,ÔÇØ tegas Presiden Prabowo Subianto.
Presiden juga memberikan instruksi khusus kepada Satgas Hilirisasi serta Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Lembaga tersebut diminta memprioritaskan kajian teknologi paling efisien demi memberikan keuntungan maksimal bagi masyarakat luas.
ÔÇ£Kaji terus teknologi, lihat. Matematis, matematis, matematis. Tidak ada kepentingan lain. Yang paling efisien, menguntungkan rakyat, itu yang harus dijalankan,ÔÇØ lanjut Presiden Prabowo Subianto.
Visi pembangunan nasional ke depan disebut Presiden akan membawa Indonesia menjadi kekuatan besar di panggung dunia. Penguatan sektor hilirisasi dipandang sebagai pilar utama untuk membangun kedaulatan ekonomi negara.
ÔÇ£Kita harus menjadi raksasa yang tidak tidur. Kita harus jadi raksasa yang bangun. Dan kita akan bangun. Kita akan menjadi negara yang hebat,ÔÇØ ujar Presiden Prabowo Subianto.
Persatuan bangsa turut menjadi sorotan Presiden dalam agenda tersebut sebagai modal dasar pembangunan. Ia mengingatkan bahwa keberagaman di Indonesia merupakan kekayaan yang harus dikelola untuk menutupi kekurangan satu sama lain.
ÔÇ£Perbedaan adalah baik, perbedaan adalah kekayaan, perbedaan jangan kita biarkan menjadi sekat-sekat. Kekurangan kita saling tutup. Kesalahan kita saling ingatkan. Kelalaian segera kita koreksi. Semua tujuannya adalah kebaikan bangsa,ÔÇØ ucap Presiden Prabowo Subianto.
Stabilitas politik dan kedamaian domestik dinilai sebagai fondasi krusial di tengah ketidakpastian tantangan global saat ini. Presiden menutup pernyataannya dengan pesan menjaga keutuhan bangsa sebagai prioritas tertinggi pemerintah.
ÔÇ£Perdamaian sangat mahal. Kita jaga bangsa kita,ÔÇØ tutup Presiden Prabowo Subianto.