Presiden Prabowo Subianto secara resmi memberhentikan Dadan Hindayana dari posisinya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Sebagai penggantinya, Kepala Negara menunjuk Nanik Sudaryati Deyang untuk memimpin lembaga tersebut.
Keputusan besar ini diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, di Istana Negara pada Selasa (2/5) malam. Dalam pengumuman tersebut, Prasetyo juga menyebutkan adanya perombakan pada jajaran wakil kepala lembaga tersebut.
Penyegaran Struktur Organisasi BGN
Prasetyo menjelaskan bahwa pergantian ini mencakup pencopotan Dadan Hindayana beserta dua wakil kepala lainnya. Pihak istana turut menyampaikan apresiasi atas dedikasi yang telah diberikan oleh pejabat sebelumnya selama masa tugas mereka.
Adapun formasi baru pimpinan Badan Gizi Nasional yang telah ditetapkan oleh Presiden adalah sebagai berikut:
Daftar Pejabat Baru Badan Gizi Nasional (BGN):
- Kepala BGN: Nanik Sudaryati Deyang
- Wakil Kepala BGN: Agustina Arumsari
- Wakil Kepala BGN: Mayjen TNI Trenggono
Susunan pimpinan baru ini diharapkan dapat memperkuat kinerja lembaga dalam menjalankan mandatnya. Struktur ini menggantikan jajaran sebelumnya yang terdiri dari Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sonjaya.
Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
Langkah perombakan ini diduga berkaitan erat dengan performa program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi fokus utama BGN. Selama masa kepemimpinan Dadan, program ini kerap menghadapi kendala teknis di lapangan yang cukup serius.
Salah satu isu krusial yang muncul adalah rentetan kasus keracunan makanan yang dialami oleh para siswa penerima manfaat. Kondisi tersebut memaksa pemerintah melakukan evaluasi mendalam terhadap penyedia menu makanan di berbagai wilayah.
Data Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG):
| Kategori Data | Jumlah / Status |
|---|---|
| Total SPPG Beroperasi | 27.208 Unit |
| Jumlah SPPG yang Dibekukan (Suspend) | 8.182 Unit |
| Total Penerima Manfaat MBG | 61.239.037 Orang |
| Penerima Manfaat dari Kategori Siswa | 49.057.682 Orang |
Data tersebut menunjukkan bahwa sekitar sepertiga dari total satuan pelayanan sempat dihentikan operasionalnya akibat masalah kualitas. Evaluasi ini mencakup periode sejak dimulainya program pada awal Januari 2025 hingga akhir Mei 2026.
Misi Besar Badan Gizi Nasional
BGN merupakan lembaga non-kementerian strategis yang dibentuk khusus untuk mengelola kedaulatan gizi masyarakat. Fokus utamanya adalah menyalurkan makanan bergizi kepada puluhan juta penduduk, terutama anak sekolah di seluruh Indonesia.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan janji kampanye prioritas Presiden Prabowo sejak Pilpres 2024. Pergantian kepemimpinan ini dipandang sebagai upaya percepatan dan perbaikan kualitas layanan demi menjamin keamanan pangan nasional.