Presiden RI Prabowo Subianto meratifikasi konvensi internasional mengenai buruh kapal melalui penandatanganan Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2026 di Monas, Jakarta, pada Jumat (1/5/2026). Langkah strategis ini dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day untuk memperkuat perlindungan pekerja perikanan.
Pengesahan aturan tersebut menyasar pada kepastian jaminan sosial dan standar kerja bagi para pelaut di sektor perikanan nasional. Berdasarkan laporan dari Nasional, kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan taraf hidup kelompok buruh migran dan domestik di sektor maritim.
"Ada satu lagi hadiah untuk buruh. Saya juga baru saja tanda tangan Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2026 tentang Ratifikasi Konvensi International Labour Organization Nomor 188 untuk memastikan perlindungan dan kesejahteraan bagi awak kapal perikanan," ujar Prabowo, Presiden RI.
Selain penguatan regulasi melalui konvensi internasional, pemerintah juga menargetkan pembangunan infrastruktur fisik di wilayah pesisir. Prabowo menyatakan bahwa otoritas eksekutif akan melakukan peresmian terhadap ribuan kampung nelayan di seluruh penjuru Indonesia sepanjang tahun ini.
"Tahun depan kita akan buka 1.500 kampung nelayan. Tahun depannya lagi 1.500, tahun depannya lagi 1.500," jelas Prabowo, Presiden RI.
Program pengembangan kawasan pesisir ini diproyeksikan menyasar jutaan masyarakat yang bergantung pada sektor kelautan. Penataan pemukiman dan fasilitas pendukung diharapkan dapat mengubah kondisi ekonomi keluarga nelayan secara signifikan di masa mendatang.
"Semuanya nanti kurang lebih ada 6 juta nelayan yang akan kita perbaiki hidupnya dengan anak dan istri 20 juta lebih rakyat Indonesia hidupnya akan lebih baik. Hidupnya akan sejahtera," sambung Prabowo, Presiden RI.
Kepala Negara juga menyoroti kendala teknis yang selama ini dihadapi para nelayan tradisional dalam menjaga kualitas hasil tangkapan. Ketiadaan fasilitas pendingin dianggap menjadi faktor utama rendahnya nilai ekonomi komoditas perikanan saat tiba di daratan.
"Yang selama ini mereka susah, mereka melaut tanpa es, sekarang kita bikin pabrik es di tiap kampung nelayan. Kita juga akan bantu kapal-kapal untuk mereka," imbuh Prabowo, Presiden RI.