Presiden Prabowo Subianto resmi menetapkan kebijakan baru yang membatasi potongan komisi bagi pengemudi ojek online (ojol) menjadi maksimal 8 persen melalui Perpres Nomor 27 Tahun 2026. Keputusan strategis ini diumumkan saat memperingati May Day pada Jumat (1/4/2026) di hadapan massa buruh.
Kebijakan tersebut merupakan langkah konkret pemerintah untuk menjamin perlindungan para pekerja transportasi daring di seluruh Indonesia. Berdasarkan laporan dari Money, regulasi ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi dengan menekan biaya yang selama ini diambil oleh perusahaan aplikasi.
"I say here, I do not agree with 10 percent, it must be under 10 percent," kata Presiden Prabowo.
Kepala Negara menegaskan komitmennya untuk mengubah skema pembagian pendapatan agar lebih menguntungkan para pengemudi di lapangan. Target utama dari perubahan aturan ini adalah memastikan mayoritas penghasilan masuk ke kantong pekerja transportasi.
"Also, earlier the distribution of income from 80 percent for drivers, now it becomes at least 92 percent for drivers," kata Prabowo.
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, memberikan penjelasan teknis mengenai mekanisme implementasi kebijakan pemotongan biaya tersebut. Dasco mengungkapkan bahwa pemerintah memerlukan instrumen investasi untuk merealisasikan penyesuaian tarif bagi aplikator.
"The very first is to then lower the costs taken by the applicator. Previously it was 20 or 10 percent so that the applicator will only take eight percent of what is collected," kata Dasco.
Ia menambahkan bahwa Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) telah mengambil langkah strategis dengan mengakuisisi saham perusahaan ojol. Upaya ini dilakukan agar proses penyesuaian biaya aplikasi dapat berjalan secara bertahap namun konsisten.
Mengenai status kemitraan, Dasco memastikan bahwa pemerintah akan membuka ruang dialog dengan berbagai asosiasi pengemudi transportasi daring. Langkah ini diambil untuk mencapai kesepakatan bersama terkait regulasi hubungan kerja antara mitra dan perusahaan.
"Friend's ojol organizations will still be invited to talk, will be invited to deliberate," kata Dasco.