Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh menteri untuk menertibkan birokrasi di kementerian masing-masing karena sering memperlambat perizinan investasi serta mengganggu para pengusaha.
Langkah tegas ini disampaikan dalam Rapat Paripurna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada Rabu (20/5/2026), sebagaimana dilansir dari Nasional.
Prabowo Subianto menyoroti durasi pengurusan izin di Indonesia yang lambat dan bisa memakan waktu hingga dua tahun. Durasi tersebut berbanding terbalik dengan proses perizinan di Malaysia yang mampu diselesaikan hanya dalam waktu dua minggu.
Kepala Negara mengidentifikasi adanya hambatan yang sengaja dibuat di tingkat bawah melalui berbagai regulasi tambahan. Oleh karena itu, seluruh jajaran menteri diminta bergerak cepat mengawasi aparatur di bawah kendali mereka.
"Kita jangan banyak inisiatif, sudah perintah Presiden, perintah menteri, di bawah bikin lagi dia, diolah lagi. Peraturan menteri lah, peraturan teknis lah, rekomendasi lah, akal-akalannya itu, saya ingatkan ya, semua menteri tertibkan birokrasimu ke bawah," ujar Prabowo, dalam Rapat Paripurna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Presiden juga mengingatkan para pembantunya di kabinet agar selalu waspada terhadap taktik yang kerap digunakan oleh oknum birokrat lama. Menurutnya, pengalaman panjang para birokrat sering dimanfaatkan untuk mengelabuhi pejabat politik yang masa jabatannya terbatas.
Modus operandi yang sering terjadi adalah pengajuan berkas krusial pada waktu-waktu krusial saat stamina pengambilan keputusan sudah menurun. Hal ini dinilai menjadi celah kelalaian yang sengaja dimanfaatkan.
"Waspada kalau birokrat-birokrat itu, karena dia itu pengalamannya lama, kau keluar masuk kan tiap 5 tahun, ya kan? Itu kalau enggak di-reshuffle. Benar enggak? Mereka tuh lama, nah ciri khas birokrat yang dia akan minta tanda tangan, pada waktu jam 17.30 sore, kamu sudah capek, dia datang minta tanda tangan, benar? Benar," tutur dia.
Pernyataan tersebut kemudian memicu reaksi berupa senyuman dari sejumlah pejabat serta anggota legislatif asal Partai Golkar yang hadir di ruangan. Prabowo menduga respons tersebut muncul karena mereka memahami betul situasi kenakalan birokrasi yang dimaksud.
Mantan politisi Partai Golkar ini kemudian menyebutkan beberapa nama tokoh yang dianggap paham mengenai pola kerja birokrat tersebut. Kewaspadaan tinggi tetap ditekankan agar pola serupa tidak terus berulang.
"Ini banyak dari Golkar yang senyum, berarti pengalamannya banyak. Golkar banyak pengalaman soal ini, karena saya mantan Golkar juga gitu. Itu banyak mantan Ketum Golkar di situ, Bahlil, Airlangga Hartarto, nah mereka paling pengalaman itu, minta tanda tangan sore, kita sudah penat capek, lihatnya...Ini hati-hati ini," imbuh Prabowo.