Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan jajaran kabinetnya untuk menetapkan sendiri harga komoditas nasional seperti nikel, emas, dan kelapa sawit di dalam negeri pada Rabu (20/5/2026).
Penegasan tersebut disampaikan Kepala Negara karena menilai hasil komoditas yang diambil dari bumi Indonesia nilainya tidak boleh ditentukan oleh negara lain, sebagaimana dilansir dari Nasional.
"Kita merasa aneh bahwa kita produsen kelapa sawit terbesar di dunia, tapi harga kelapa sawit ditentukan oleh negara lain. Saya katakan kepada menteri saya, ini tidak boleh terjadi, saya tidak mau kelapa sawit kita ditentukan bangsa lain," ujar Prabowo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.
Prabowo menilai ketergantungan penentuan nilai komoditas pada bangsa asing juga terjadi pada sektor pertambangan, sehingga perumusan mandiri kini menjadi fokus jajaran menteri.
"Nikel kita juga ditentukan harganya oleh negara lain, tidak boleh, saya instruksikan kabinet saya, rumuskan harga nikel, emas, dan harga semua tambang kita dan semua komoditas harus ditentukan di negara kita sendiri," sambung Prabowo.
Pemerintah juga tidak mempermasalahkan apabila ada negara asing yang menolak untuk membeli komoditas tersebut dari Indonesia.
"Dan kalau mereka enggak mau beli, ya enggak apa-apa. Biar saja itu di bawah tanah untuk cucu kita nanti, daripada kita jual murah saudara sekalian. Saya minta dukungan majelis ini," imbuh Prabowo.