Prabowo Subianto Instruksikan Percepatan Hilirisasi dan Penguatan Danantara

Prabowo Subianto Instruksikan Percepatan Hilirisasi dan Penguatan Danantara
Foto: Ilustrasi Prabowo Subianto Instruksikan Percepatan Hilirisasi dan Penguatan Danantara.

Presiden RI Prabowo Subianto memberikan instruksi khusus terkait percepatan hilirisasi dan penguatan program prioritas Danantara saat menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, di kediamannya, Hambalang, Bogor, pada Jumat (24/4/2026).

Pertemuan tersebut difokuskan pada upaya meningkatkan nilai tambah ekonomi melalui sektor investasi dan penguatan lembaga pengelola investasi negara. Dilansir dari Nasional, Rosan menyatakan bahwa arahan Kepala Negara bertujuan mendorong industri nasional agar lebih kompetitif di kancah global.

"Terima kasih Bapak Presiden @prabowo atas arahan terkait percepatan hilirisasi dan penguatan program prioritas Danantara, hari ini di Hambalang," kata Rosan Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara.

Melalui keterangan tambahan, Rosan menyampaikan optimisme bahwa kebijakan ini akan memberikan dampak luas bagi perekonomian nasional, termasuk pada penyerapan tenaga kerja secara masif di berbagai sektor industri.

"Investasi di Indonesia insyaallah semakin bernilai tambah, membuka lebih banyak lapangan kerja, serta menggerakkan industri nasional agar semakin kompetitif," ujar Rosan Roeslani.

Sebelum pertemuan di Hambalang, Rosan sempat menyampaikan rincian arahan Presiden mengenai standar kualitas lapangan pekerjaan yang harus dihasilkan dari setiap modal yang masuk ke dalam negeri pada Selasa (21/4/2026).

"Pesan dari beliau tentunya adalah investasi yang masuk ini, ya dari segi yang tadi saya sampaikan, penciptaan lapangan pekerjaannya juga harus tumbuh secara baik, benar, dan juga berkualitas. Itu arahan Bapak Presiden," kata Rosan Roeslani.

Akselerasi ini juga mencakup evaluasi terhadap regulasi yang dianggap menghambat iklim usaha. Presiden Prabowo meminta agar aturan yang tumpang tindih atau tidak efektif segera dihapus demi kelancaran proses investasi.

"Jangan sampai ada regulasi-regulasi kita yang justru menghambat. Peraturan-peraturan kita yang justru menghambat. Pertek-pertek itu juga harus, kata Bapak Presiden, itu juga kalau menghambat tidak perlu ada," tutur Rosan Roeslani.

Pemerintah kini mulai melakukan perbandingan kebijakan dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara serta standar organisasi internasional guna memastikan daya saing Indonesia tetap unggul.

"Kita lihat benchmarking-nya dengan negara-negara ASEAN, dengan peraturan-peraturan OECD dan yang lain-lainnya. Jadi itu sih arah Bapak Presiden," imbuh Rosan Roeslani.

Dalam kesempatan tersebut, dilaporkan pula bahwa realisasi investasi pada kuartal pertama tahun 2026 telah menembus angka Rp498,79 triliun, atau setara dengan 100,36 persen dari target awal sebesar Rp497 triliun.

"Realisasi investasi di 2026 ini, tadi di kuartal pertama saya melaporkan bahwa alhamdulillah tercapai pencapaian Rp498,79 triliun atau 100,36 persen dari target Rp497 triliun, dan itu adalah peningkatan 7,22 persen year on year-nya," ungkap Rosan Roeslani.

Artikel terkait

Rekomendasi