Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri bidang ekonomi ke Kompleks Istana, Jakarta, pada Senin (18/5/2026) sore untuk menggelar rapat terbatas. Pertemuan mendadak ini berlangsung di tengah situasi nilai tukar mata uang rupiah yang dilaporkan mengalami penurunan terhadap dollar Amerika Serikat.
Beberapa pejabat yang hadir di lokasi sejak pukul 15.32 WIB meliputi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Selain jajaran menteri kabinet, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo juga tampak mendatangi Istana Negara secara bersamaan.
Pelemahan mata uang lokal ini tercatat cukup signifikan pada awal pekan, sebagaimana dilansir dari Nasional berdasarkan data Reuters. Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp 17.645 per dollar AS, yang menunjukkan penurunan sebesar 1,17 persen jika dibandingkan dengan hari perdagangan sebelumnya.
Hingga saat ini, para pejabat yang hadir masih menutup rapat informasi mengenai detail pembahasan yang akan diangkat dalam pertemuan bersama Presiden tersebut.
"Agendanya nanti kita lihat," ucap Airlangga saat tiba.
Sikap tertutup juga ditunjukkan oleh pihak bank sentral saat memasuki area Istana Negara untuk menghadiri rapat terbatas. Gubernur Bank Indonesia tidak memberikan pernyataan sama sekali kepada media dan hanya melempar senyum saat dimintai keterangan mengenai kondisi terkini mata uang dollar AS.