Presiden Prabowo Subianto memanggil jajaran anggota Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) ke Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, guna menyikapi kondisi nilai tukar rupiah yang melemah hingga menyentuh angka Rp 17.400 per dolar AS.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh para pejabat tinggi otoritas moneter dan keuangan pada Selasa sore sejak pukul 15.50 WIB sebagaimana dilansir dari Detik Finance. Pejabat yang merapat antara lain Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Ketua LPS Anggito Abimanyu, dan Ketua DK OJK Friderica Widyasari Dewi.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyusul hadir di lokasi bersama dua Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara dan Jura Agung. Selain anggota KSSK, sejumlah Menteri Koordinator di bidang perekonomian, termasuk Airlangga Hartarto, Zulkifli Hasan, dan Agus Harimurti Yudhoyono, turut tampak di lingkungan Istana.
Gubernur Bank Indonesia belum bersedia memberikan rincian terkait agenda pembahasan atau langkah konkret stabilisasi nilai tukar rupiah saat tiba di lokasi pertemuan.
"Nanti saja ya, tunggu ya," kata Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia.
Sikap serupa juga ditunjukkan oleh Wakil Menteri Keuangan yang meminta awak media menunggu hasil pertemuan tersebut secara resmi.
"Tunggu dulu ya, nanti," kata Suahasil Nazara, Wakil Menteri Keuangan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan konfirmasi bahwa seluruh anggota KSSK hadir dalam rapat tersebut. Ia menegaskan bahwa penjelasan teknis terkait perbaikan nilai tukar merupakan wewenang bank sentral.
"KSSK datang. Yang penting saya gini, dengan pondasi ekonomi yang bagus nggak terlalu sulit memperbaiki nilai tukar, tapi itu bukan kerjaan saya, kerjaan bank sentral. Nanti dia yang jelaskan gimana cara perbaikinya," ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.