Presiden Prabowo Menyebut Banyak Negara Meminta Pasokan Pupuk Indonesia

Presiden Prabowo Menyebut Banyak Negara Meminta Pasokan Pupuk Indonesia
Foto: Ilustrasi Presiden Prabowo Menyebut Banyak Negara Meminta Pasokan Pupuk Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa banyak negara saat ini mengantre untuk meminta bantuan pasokan pupuk dari Indonesia akibat krisis energi global. Pernyataan tersebut disampaikan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026) di tengah lumpuhnya jalur pasokan bahan baku pangan dunia.

Permintaan bantuan pupuk dari berbagai negara ini muncul akibat konflik bersenjata di Timur Tengah yang melumpuhkan Selat Hormuz sejak akhir Februari 2026. Jalur perairan tersebut menampung sekitar 20 persen bahan bakar minyak dunia dan menjadi urat nadi industri petrokimia penghasil gas alam untuk bahan baku pupuk urea.

Indonesia sendiri berhasil terhindar dari kelangkaan karena kebijakan hilirisasi gas bumi domestik dan penguatan kapasitas pabrik pupuk BUMN. Berdasarkan laporan dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang dilansir dari Investor Daily, pasokan pupuk dalam negeri tetap aman bahkan memiliki surplus produksi untuk dijalankan sebagai diplomasi pangan global.

"Sekarang saya dapat laporan dari Menteri Pertanian, banyak negara minta pupuk dari Indonesia. Kita tidak euforia, kita tidak sombong, tapi kita berada sekarang di pihak yang bisa memberi bantuan," ujar Prabowo.

Beberapa negara agraris besar yang mengajukan permintaan resmi di antaranya adalah Australia, Filipina, India, Bangladesh, dan Brasil. Ekspor urea ke Australia sendiri dilaporkan sudah dimulai dengan volume mencapai 500 ribu ton.

"Australia minta tolong kita, kita jual ke Australia 500 ribu ton urea. Filipina juga minta ke kita, kemudian India, Bangladesh, dan Brasil juga minta ke kita. Perintah saya: bantu semua!" tegas Prabowo.

Selain membahas sektor pangan dan mengapresiasi kinerja Kementerian Pertanian, Kepala Negara juga menyempatkan diri untuk melakukan agenda lain di lokasi kunjungan kerja tersebut. Presiden meresmikan pembangunan tempat pelestarian sejarah gerakan pekerja di Desa Nglundo.

"Pada pagi hari ini, Sabtu, 16 Mei 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur," ucap Prabowo.

Langkah peresmian ini didedikasikan sebagai bentuk penghormatan tertinggi terhadap perjuangan buruh nasional. Sementara itu, di sektor ekonomi makro, para pengusaha domestik saat ini dikabarkan tengah menghadapi tekanan akibat pelemahan nilai tukar rupiah yang menyentuh level Rp17.600 per dolar AS.

Artikel terkait

Rekomendasi