Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk melarang kapal asing beroperasi di perairan Indonesia saat meninjau Kampung Nelayan Merah Putih Leato Selatan, Gorontalo, pada Sabtu (9/5/2026). Langkah ini bertujuan untuk memastikan kekayaan laut sepenuhnya dikelola oleh masyarakat lokal.
Dilansir dari Money, upaya penguatan sektor perikanan nasional ini akan diawali dengan pengadaan sarana bagi para nelayan. Pemerintah menargetkan pembangunan 1.582 unit kapal penangkap ikan pada tahun 2026 yang akan didistribusikan melalui skema koperasi.
"Kita ingin, bukan kapal asing yang ambil ikan di laut kita. Kita ingin rakyat kita yang mengambil," kata Prabowo sebagaimana dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.
Rencana distribusi bantuan armada tersebut akan menyasar kelompok nelayan dengan skala keanggotaan sekitar 30 orang per koperasi. Pemerintah juga telah menyiapkan spesifikasi kapal yang beragam untuk mendukung jangkauan operasional para nelayan di berbagai zona tangkap.
"Nanti kita beri kapal. Kapal ada yang kecil, ada yang menengah, dan ada kapal-kapal besar," ujar Prabowo.
Selain bantuan armada, fokus utama pemerintah adalah meningkatkan taraf ekonomi kelompok nelayan agar mampu memenuhi kebutuhan protein nasional secara mandiri. Untuk mendukung target tersebut, pembangunan infrastruktur Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) terus digencarkan dengan fasilitas penunjang yang lengkap.
Kawasan KNMP nantinya akan memiliki cold storage, pabrik es, pusat kuliner, bengkel, hingga balai pelatihan. Prabowo menyatakan bahwa pembangunan pemukiman terintegrasi ini merupakan proyek berkelanjutan dengan target ribuan lokasi setiap tahunnya.
"Kita akan resmikan desa nelayan, kampung nelayan seperti ini (Leato Selatan). Totalnya tahun ini 1.386," tutur Prabowo.
Pemerintah memproyeksikan penambahan 1.000 kampung nelayan baru pada tahun depan sebagai bagian dari roadmap penataan 12.000 desa nelayan di seluruh wilayah Indonesia. Presiden menekankan bahwa skala besar proyek ini membutuhkan keberanian nasional dalam pelaksanaannya.
"Kita akan bangun tiap tahun seribu, seribu, seribu. Kita seluruh Indonesia punya 12.000 desa nelayan. Ini pekerjaan besar, tapi kita bangsa yang berani," ucap Prabowo.