Presiden Prabowo Subianto merombak susunan Kabinet Merah Putih dengan melantik enam jajaran pejabat baru di Istana Negara, Jakarta. Langkah ini menyasar posisi menteri, wakil menteri koordinator, hingga kepala badan sebagai bagian dari penguatan kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran.
Perombakan ini menjadi langkah kelima yang dilakukan dalam struktur Kabinet Merah Putih sebagaimana dilansir dari Kompas. Salah satu perubahan signifikan terjadi pada posisi kepala badan dan penempatan posisi strategis untuk komunikasi kepresidenan.
Hasan Nasbi kini mendapatkan mandat baru sebagai utusan khusus Presiden bidang komunikasi setelah sebelumnya memimpin Kantor Komunikasi Kepresidenan. Selain jabatan tersebut, ia juga ditugaskan menjadi penasihat khusus Presiden bidang komunikasi di lingkungan Istana.
Hasan Nasbi mengungkapkan komitmennya untuk memperkuat jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat dalam penugasan terbarunya ini.
"Ia menyatakan siap memperkuat komunikasi pemerintah kepada publik, termasuk jika kembali dipercaya sebagai juru bicara." ujar Hasan Nasbi, Utusan Khusus Presiden bidang komunikasi.
Sementara itu, Muhammad Qodari ditunjuk untuk mengisi posisi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah. Jabatan tersebut sebelumnya dipegang oleh Angga Raka Prabowo sebelum adanya pergeseran posisi dalam reshuffle kali ini.
Menanggapi amanah yang diberikan oleh Presiden Prabowo, Qodari mengakui adanya peningkatan beban kerja pada jabatan barunya.
"Qodari menyebut tanggung jawab barunya kali ini semakin berat." kata Muhammad Qodari, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah.
Rangkaian perombakan kabinet ini juga akan melibatkan diskusi mendalam bersama pengamat politik Lingkar Madani, Ray Rangkuti. Penjelasan lebih lanjut mengenai dampak politik dari pergeseran ini juga melibatkan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli.