Presiden Prabowo Subianto resmi melantik enam menteri dan pejabat tinggi baru dalam perombakan kabinet kelima di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, untuk memperkuat koordinasi komunikasi serta keamanan nasional. Langkah strategis ini diambil guna meningkatkan efisiensi operasional pemerintahan dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan serta regulasi lingkungan hidup.
Perombakan Kabinet Merah Putih Jilid V tersebut didasarkan pada empat Keputusan Presiden (Keppres), mulai dari Keppres Nomor 50 hingga Nomor 53 Tahun 2026, seperti dilansir dari Investortrust. Kebijakan ini mencakup pemberhentian dan pengangkatan menteri, penasihat khusus, hingga kepala badan nasional.
Dalam penataan struktural ini, M. Qodari yang sebelumnya menjabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP) dialihkan untuk memimpin Badan Komunikasi Pemerintahan (Bakom) yang baru dibentuk. Posisi KSP kini ditempati oleh purnawirawan Jenderal Dudung Abdurachman, mantan Penasihat Khusus Bidang Pertahanan Nasional.
Sektor lingkungan dan pangan juga mengalami rotasi pejabat strategis. Jumhur Hidayat ditunjuk sebagai Menteri Lingkungan Hidup menggantikan Hanif Faisol yang kini digeser menjadi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, sementara Abdul Kadir Karding diangkat menjadi Kepala Badan Karantina Indonesia.
Saat prosesi pelantikan, Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung pengambilan sumpah jabatan para pejabat baru tersebut di hadapan para undangan.
"I do solemnly swear that I will be faithful to the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia and will execute all laws and regulations as strictly as possible for my service to the nation and the state." sumpah Presiden Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
Upacara sumpah jabatan ini sekaligus mengakhiri spekulasi mengenai stabilitas jajaran kabinet dan menandai persiapan pemerintah untuk mendorong legislasi secara lebih agresif pada paruh kedua tahun 2026.