Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi melantik Dudung Abdurrahman Hanif sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (27/4/2026). Penunjukan mantan Kasad tersebut dilakukan untuk menggantikan posisi M Qodari yang kini mengemban tugas baru sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah.
Pelantikan ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 52/P mengenai Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Kepresidenan serta Kepala Badan Komunikasi Pemerintah. Dilansir dari Nasional, Dudung sebelumnya mengemban amanah sebagai Penasehat Khusus Presiden bidang Pertahanan sebelum akhirnya ditarik memimpin KSP.
Dalam seremoni tersebut, Kepala Negara mendiktekan sumpah jabatan yang kemudian diikuti secara serempak oleh Dudung Abdurrahman bersama sejumlah pejabat negara lainnya yang turut dilantik pada hari yang sama.
"Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada, UUD Negara RI tahun 1945, serta akan menjalankan peraturan perundang-undangan, dengan selurus-lurusnya, demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara, bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab," ujar Prabowo diikuti Dudung.
Pengukuhan Dudung sebagai KSP menambah catatan panjang karier militernya yang cemerlang sebelum memasuki ranah birokrasi pemerintahan. Pria kelahiran Bandung tahun 1965 ini tercatat pernah menduduki posisi krusial sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada periode 2021 hingga 2023.
Selain pergeseran posisi KSP, Presiden Prabowo juga merombak jajaran pejabat lainnya termasuk melantik Hanif Faisiol sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan dan Jumhur Hidayat selaku Menteri Lingkungan Hidup. Hasan Nasbi juga menempati posisi baru sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, sementara Abdul Kadir Karding menjabat Kepala Badan Karantina Indonesia.