Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menjanjikan percepatan pembangunan infrastruktur saat mengunjungi Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pada Sabtu (9/5/2026). Wilayah terluar yang berbatasan dengan Filipina tersebut dijadwalkan menerima bantuan renovasi fasilitas publik hingga penguatan ekonomi nelayan.
Pemerintah berencana melakukan perbaikan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan fasilitas umum di wilayah tersebut. Dilansir dari Nasional, kunjungan ini juga mencakup pemberian bantuan alat komunikasi serta sarana transportasi laut bagi penduduk setempat guna menunjang aktivitas ekonomi di beranda utara Nusantara.
Pembangunan desa nelayan menjadi salah satu prioritas yang disampaikan oleh Kepala Negara dalam dialog bersama warga di SMK 2 Talaud Miangas. Prabowo menegaskan bahwa proyek tersebut akan segera dieksekusi dalam waktu dekat di bawah koordinasi kementerian terkait.
ÔÇ£Rencana beliau (Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono), akan kita bangun desa nelayan khusus kapan mulai? Tahun ini? Dari bulan depan sudah mulai ya pembangunan, awas saya akan check lagi nanti,ÔÇØ kata Prabowo, Presiden RI.
Selain sektor perikanan, Presiden memberikan perhatian khusus pada kondisi bangunan sekolah yang tersebar di seluruh pelosok negeri. Ia menargetkan perbaikan menyeluruh terhadap sarana pendidikan agar layak digunakan untuk proses belajar mengajar.
ÔÇ£Semua sekolah akan kita renovasi juga tahun ini dan dua tiga tahun ke depan semua sekolah di Indonesia akan kita renovasi,ÔÇØ ujar Prabowo, Presiden RI.
Terkait fasilitas kesehatan, Prabowo mengungkapkan kekhawatiran mengenai kondisi pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang dilaporkan belum tersentuh perbaikan selama puluhan tahun. Ia menginstruksikan Menteri Kesehatan untuk segera menangani renovasi puskesmas di wilayah perbatasan tersebut.
"Saya tadi lihat beberapa tempat puskesmas Pak Menkes tadi bisik-bisik ke saya pak sekian tahun sejak zaman pak Soeharto puskesmas belum pernah diperbaiki, kita perbaiki semua puskesmas di Indonesia, segera,ÔÇØ ucap Prabowo, Presiden RI.
Di sela agenda utama, Presiden secara spontan menyambangi Pos Angkatan Darat Miangas untuk berdialog dengan personel yang bertugas di perbatasan. Sersan Dua Alan Mandibo mengungkapkan rasa bangganya atas kunjungan mendadak tersebut di lokasi penugasan mereka.
ÔÇ£Rasanya berbincang langsung dengan Bapak, kami merasa suatu kebanggaan buat kami tersendiri sebagai prajurit. Karena ini pertama kali kami bertemu dengan Bapak secara langsung dengan menyapa dan terus bersalaman serta berbincang-bincang sedikit dan juga menunjukkan barak atau pos kami," ujar Alan Mandibo, Prajurit Yonsipur 19.
Presiden menanyakan berbagai aspek kebutuhan operasional prajurit selama bertugas, termasuk ketersediaan air bersih dan durasi masa penugasan di pulau tersebut. Alan menjelaskan bahwa para prajurit menggunakan sumber sumur bersih untuk keperluan memasak dan sanitasi harian.
ÔÇ£Yang ditanyakan oleh Bapak Presiden yaitu mengenai sumber air kami, yaitu untuk kebutuhan sehari-hari kami buat masak dan juga untuk mandi dan mencuci. Kami menjawab, kami punya sumur dan sumurnya bersih,ÔÇØ lanjut Alan Mandibo, Prajurit Yonsipur 19.
Kepedulian yang ditunjukkan Kepala Negara dinilai memberikan motivasi tambahan bagi personel TNI yang berjaga di titik paling utara Indonesia. Praka Armoko dan Sersan Dua Alan Mandibo memberikan kesan mengenai karakter kepemimpinan Presiden saat bertemu langsung.
ÔÇ£Kalau menurut saya, Bapak orangnya tegas, terus perhatian sama anggota. Dan juga menurut saya, Bapak, orangnya sangat peduli sehingga tadi pertama datang langsung singgah dan menuju pos kami,ÔÇØ ujar Armoko dan Alan, Prajurit TNI.
Kedatangan Presiden yang tidak terduga ke pos penjagaan meninggalkan kesan mendalam bagi para prajurit lapangan yang sedang berjaga. Mereka menyatakan rasa tidak percaya atas kesempatan bertemu langsung dengan pimpinan tertinggi negara di wilayah terpencil.
ÔÇ£Kami tidak menyangka, sama sekali tidak menyangka dapat bertatap muka langsung dengan Bapak Presiden,ÔÇØ imbuh Alan Mandibo, Prajurit TNI.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa pemerintah juga mendistribusikan bantuan nyata untuk mendorong konsep ekonomi biru di Miangas. Bantuan tersebut mencakup kapal ikan berkapasitas 15 gross ton (GT) untuk mendukung produktivitas nelayan lokal.
"Kehadiran Presiden juga membawa oleh-oleh kepada warga Miangas, berbagai dukungan nyata berupa satu kapal ikan nelayan 15 GT (gross ton)," ujar Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet.
Pemerintah juga membagikan 250 unit telepon seluler yang dilengkapi penguat sinyal satelit untuk mengatasi kendala komunikasi di pulau tersebut. Teddy menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah yang paling sulit dijangkau.
"Dari Pulau Miangas, negara hadir hingga ke pelosok, tidak ada yang tertinggal," kata Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet.