Presiden Prabowo Subianto resmi menghentikan kebijakan impor beras konsumsi dan jagung pakan sepanjang tahun 2025 untuk mewujudkan kedaulatan pangan nasional. Keputusan strategis ini diambil sebagai perwujudan visi swasembada pangan yang telah dicanangkan pemerintah sejak awal Januari 2026.
Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sudaryono mengungkapkan bahwa komitmen terhadap kemandirian pangan ini bukan hal baru bagi kepala negara. Hal tersebut disampaikan Sudaryono saat berada di Kementerian Pertanian, Jakarta, pada Senin (27/4/2026), sebagaimana dilansir dari Money.
"Bahwa cita-cita tidak impor beras, sikap anti-impor beras itu memang sudah ditunjukkan Ketua Umum HKTI, sejak beliau menjadi Ketua Umum HKTI tahun 2004, sudah bersikap anti dan tidak boleh impor beras lagi," kata Sudaryono, Ketua Umum HKTI.
Langkah nyata dari konsistensi tersebut terlihat dari keberhasilan pemerintah menekan angka ketergantungan pada pasokan komoditas luar negeri secara signifikan. Sudaryono menekankan bahwa upaya pengurangan impor dilakukan secara bertahap namun pasti.
"Yang dulu impor, kita kurangi-kurangi impornya," tutur Sudaryono, Ketua Umum HKTI.
Selain komoditas utama, pemerintah kini memfokuskan perhatian pada penguatan sektor gula nasional. Kebijakan penutupan impor gula konsumsi mulai diterapkan guna memberikan ruang bagi produk domestik untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri.
"Sehingga kita bisa dorong produksi gula kita, nasional kita, betul-betul bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri kita, dan mensejahterakan petani kita," ujar Sudaryono, Ketua Umum HKTI.
Sudaryono menilai bahwa seluruh instrumen hukum dan kebijakan yang diterbitkan pemerintah saat ini sepenuhnya berorientasi pada perlindungan petani. Menurutnya, jaminan ketersediaan pangan merupakan prioritas utama yang sedang ditempuh oleh presiden.
"Presiden kita bersama dengan rakyat, Presiden Prabowo bersama dengan petani, dan apapun yang baik bagi petani, apapun yang baik bagi pangan, apapun yang baik untuk menjamin ketahanan dan ketersediaan pangan, presiden pasti tempuh semua," kata Sudaryono, Ketua Umum HKTI.