Presiden Prabowo Subianto membeli seekor sapi kurban jenis Brangus seberat 1,1 ton dari Muhammad Rozi, seorang peternak di Cipondoh, Kota Tangerang, untuk perayaan Idul Adha 2026. Sapi bernama Sambo tersebut dinyatakan lolos seleksi ketat hewan kurban kepresidenan setelah menjalani masa pemeliharaan selama tiga tahun.
Sebagaimana dilansir dari Megapolitan, kepastian terpilihnya hewan tersebut terjadi setelah melalui proses penimbangan bobot yang mencapai angka 1.100 kilogram. Muhammad Rozi mendatangkan sapi ini dari Jawa Timur saat hewan tersebut masih berusia dua tahun.
"Bobotnya itu sudah ditimbang 1,1 ton. Mungkin sekarang sudah lebih dari 1.100 kg," ujar Rozi, Peternak Sapi.
Rozi menerapkan pola perawatan intensif untuk menjaga kualitas fisik Sambo, termasuk memandikannya dua kali sehari secara rutin. Dari sisi pakan, sapi ini mengonsumsi campuran ampas tahu sebanyak 30 kilogram, konsentrat, jerami, hingga limbah singkong setiap harinya.
"Makannya teratur dan kebersihannya teratur juga. Pagi kita mandikan, sore sebelum tidur kita mandikan lagi," kata Rozi, Peternak Sapi.
Sambo memerlukan asupan air hingga 30 liter per hari untuk mendukung pertumbuhan tubuhnya yang kini memiliki tinggi 160 sentimeter dan panjang tiga meter.
"Kalau ampas tahu sekitar 30 kilo sehari. Konsentrat satu kilo, singkong bisa tiga kilo," kata Rozi, Peternak Sapi.
Pemberian nama Sambo merujuk pada postur tubuh sapi yang hitam dan besar, yang terlintas saat pemberitaan kasus hukum Ferdy Sambo sedang ramai pada tahun 2023. Meski namanya terkesan gahar, Rozi mengungkapkan bahwa sapi ini memiliki karakter yang jinak.
"Waktu itu lagi ramai di TV soal Sambo. Pas sapi saya datang, saya bilang ÔÇÿwah kayak Sambo nih, seramÔÇÖ. Ya sudah keterusan sampai sekarang," kata Rozi, Peternak Sapi.
Karakteristik Sambo yang manja membuat sapi tersebut mudah ditangani selama proses perawatan di kandang.
"Dia enggak agresif, malah kolokan. Maunya diusap-usap," imbuh Rozi, Peternak Sapi.
Keberhasilan ini dicapai setelah Rozi melalui lima kali percobaan dalam mengajukan hewan ternaknya untuk seleksi kurban presiden. Penilaian dilakukan melalui uji laboratorium yang meliputi pemeriksaan darah, air liur, hingga kotoran oleh Dinas Pertanian dan petugas kesehatan hewan.
"Kalau sudah lab-nya lulus baru bisa lanjut. Nanti menjelang pengiriman dites lagi kesehatannya," tutur Rozi, Peternak Sapi.
Sapi Brangus ini dipatok dengan harga Rp 122 juta, yang merupakan nilai jual tertinggi di peternakan milik Rozi musim ini.
"Sambo Rp 122 juta, alhamdulillah tertinggi," kata Rozi, Peternak Sapi.
Penjualan ini menandai tahun kedua berturut-turut sapi milik Rozi dipilih oleh Prabowo Subianto setelah jenis Limosin bernama Bruno terpilih pada tahun 2025.
"Alhamdulillah, rasanya bangga. Berarti enggak sia-sia ngerawat sapi sampai akhirnya terpilih untuk RI 1 atau Presiden," ucap Rozi, Peternak Sapi.