Presiden Prabowo Subianto membawa kendaraan taktis (rantis) Maung buatan PT Pindad dalam kunjungan resminya ke Filipina. Penggunaan kendaraan lokal ini menjadi sorotan dalam memperkuat citra industri pertahanan Indonesia di kancah internasional.
Dilansir dari Detik Oto, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan penjelasan mengenai perkembangan kendaraan ini dalam siaran resmi pada Kamis (7/5/2026). Ia menyebutkan bahwa produksi rantis tersebut telah mencapai angka yang signifikan.
"Maung telah dikembangkan sejak Bapak Prabowo menjadi Menteri Pertahanan dan saat ini produksinya di Pindad telah mencapai 3.200 unit, dan telah digunakan dalam berbagai operasi dan kebutuhan dalam negeri," kata Teddy Indra Wijaya.
Pemanfaatan Maung dalam ajang internasional, termasuk pada KTT ASEAN ke-48, memiliki makna strategis bagi Indonesia. Teddy menekankan bahwa kendaraan ini bukan sekadar sarana mobilitas bagi kepala negara.
"Penggunaan Maung di forum internasional ini bukan sekadar alat transportasi, tetapi sebagai simbol kemandirian, kepercayaan diri bangsa, dan kemajuan industri nasional Indonesia. Maung menjadi sebuah simbol diplomasi," lanjut Teddy.
Kehadiran produk pertahanan dalam negeri ini dinilai sebagai langkah nyata dalam menunjukkan kemampuan teknologi Indonesia kepada dunia. Teddy menambahkan mengenai visi di balik penggunaan kendaraan tersebut.
"Dari dalam negeri, untuk Indonesia, hadir di panggung dunia," tandasnya.
Hingga saat ini, PT Pindad telah memproduksi beberapa varian MV3 dengan spesifikasi yang disesuaikan untuk berbagai kebutuhan. Maung Tangguh menjadi varian yang paling sering muncul ke publik dengan desain atap terbuka dan kapasitas empat personel.
Selain itu, terdapat varian Maung MV3 Komando yang menggunakan atap Hard Top untuk perlindungan lebih maksimal. Ada pula varian Maung MV3 Jelajah yang menggunakan atap Soft Top untuk fleksibilitas di berbagai medan.
Pindad juga merancang Maung MV3 Irup yang merupakan modifikasi khusus dari varian Tangguh untuk keperluan upacara atau seremonial. Kendaraan ini memiliki platform datar tanpa jok belakang agar personel bisa berdiri, serta dilengkapi pijakan tangan dan karpet merah.
Inovasi lain yang dikembangkan adalah Maung MV3 Mobile Jammer. Kendaraan ini berfungsi sebagai sistem anti-drone mobile yang dibekali perangkat jammer sebagai senjata soft kill dan senjata SMB SM5 A1 kaliber 12,7 mm sebagai senjata hard kill.
Kendaraan yang paling sering digunakan oleh Presiden Prabowo sendiri adalah Maung MV3 Garuda Limousine. Varian kepresidenan ini dirancang dengan tampilan lebih mewah serta dilengkapi bodi dan kaca antipeluru guna menjamin keamanan kepala negara.
Pengembangan Kendaraan Listrik Morino EV
Selain varian bermesin konvensional, Pindad diketahui sempat mengembangkan kendaraan taktis ringan berbasis listrik yang diberi nama Morino EV. Kendaraan roda empat ini dirancang untuk mendukung operasi militer yang membutuhkan mobilitas tinggi namun senyap.
Data dari situs resmi Pindad menunjukkan Morino EV memiliki penggerak elektrik dengan daya 160 HP atau setara 125kW. Kendaraan ini mampu mencapai kecepatan aman hingga 100 km/jam dengan performa yang mumpuni di kelasnya.
Sektor sumber daya Morino EV didukung oleh baterai berkapasitas 292 V (150.000 mAh). Dengan kapasitas tersebut, rantis listrik ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 170 km dalam sekali pengisian daya.
Meskipun memiliki spesifikasi teknis yang menjanjikan, status pengembangan Morino EV saat ini masih terbatas. Kendaraan listrik tersebut kabarnya masih dalam tahap prototipe dan belum memasuki jalur produksi massal seperti varian Maung lainnya.