Presiden Prabowo Subianto mencanangkan program pembangunan 5.000 desa nelayan di seluruh Indonesia dalam jangka waktu tiga tahun ke depan. Kebijakan strategis ini disampaikan dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, pada Rabu (20/05/2026).
Target jangka pendek juga ditetapkan untuk meresmikan sebagian dari proyek tersebut pada tahun ini, sebagaimana dilansir dari Kompas.
"Tahun ini akan kita resmikan 1.386 desa nelayan," kata Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (20/05/2026).
Pemerintah berencana melakukan intervensi berskala besar guna menyelesaikan berbagai kendala yang dihadapi oleh para nelayan. Fokus utama intervensi ini adalah mengatasi kelangkaan pasokan bahan bakar dan es batu di lapangan.
Langkah konkret yang disiapkan meliputi pembangunan gudang pendingin atau cold storage, instalasi es batu, serta fasilitas pengisian bahan bakar khusus di setiap lokasi desa nelayan.
"Kita akan menjamin tiap nelayan bisa punya es batu. Kita akan membikin instalasi pembuat es batu di tiap desa nelayan. Kita akan membikin ruang cold storage pendingin di setiap desa nelayan, dan kita akan bikin SPBU khusus di setiap desa nelayan," ujar Prabowo, Ketua Umum Partai Gerindra.
Kesejahteraan masyarakat dan pemenuhan kebutuhan dasar menjadi sorotan utama dalam pidato kenegaraan tersebut. Pemerintah menilai aspirasi utama rakyat adalah kehidupan yang layak dan kecukupan hidup sehari-hari.
Prabowo menambahkan bahwa ekspektasi masyarakat mencakup ketahanan pangan, akses kesehatan, pendidikan berkualitas, lapangan kerja berpendapatan cukup, dan hunian yang memadai.
"Rakyat kita tidak bermimpi untuk mengalami kehidupan yang kaya raya, tapi mereka bermimpi untuk hidup yang layak, yang baik," kata Prabowo.
Upaya pemenuhan kebutuhan dasar seperti gizi anak dan pengobatan keluarga turut digarisbawahi sebagai bagian dari impian sederhana masyarakat Indonesia.
"Mereka bermimpi bisa makan dengan baik setiap hari, bisa membeli susu untuk anak-anaknya, bisa mencari obat bila mana anak mereka sakit, atau bapak mereka sakit. Mereka bermimpi bisa punya rumah yang layak," ujar Prabowo.
Pada bagian akhir pemaparannya, regulasi mengenai pengelolaan sumber daya alam nasional kembali diingatkan sesuai dengan amanat konstitusi yang berlaku.
"Bahwa bumi dan air dan semua kekayaan alam yang terkandung di dalamnya harus dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia," kata Prabowo.