Potongan komisi aplikator Gojek kini resmi mengalami penurunan menjadi delapan persen. Kebijakan baru ini diterapkan sesuai dengan arahan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 yang mengatur tentang bagi hasil antara aplikator dan mitra pengemudi.
Dikutip dari Suara, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) telah mengonfirmasi kepatuhan perusahaan terhadap aturan baru tersebut. Sebelumnya, komisi aplikator mencapai angka 20 persen, namun kini dipangkas drastis sehingga 92 persen pendapatan murni langsung masuk ke kantong mitra pengemudi.
Penurunan komisi sebesar 12 persen ini memberikan dampak finansial yang signifikan bagi pemenuhan kebutuhan harian keluarga para pengemudi ojek online (ojol). Tambahan penghasilan bulanan tersebut dinilai sangat cukup untuk menambah anggaran belanja sembako.
Sebagai gambaran, seorang driver GoRide yang mengumpulkan pendapatan kotor sebesar Rp150.000 dalam satu hari narik akan merasakan perbedaan yang nyata. Melalui skema lama dengan potongan 20 persen, aplikator mengambil Rp30.000, sehingga driver membawa pulang pendapatan bersih Rp120.000.
Sementara itu, berdasarkan skema baru dengan potongan hanya 8 persen, aplikator cuma mengambil sebesar Rp12.000. Kondisi ini membuat driver dapat membawa pulang pendapatan bersih yang lebih besar, yaitu mencapai Rp138.000.
Selisih pendapatan yang mencapai Rp18.000 per hari ini, jika dikalikan dengan 25 hari kerja dalam sebulan, akan menghasilkan tambahan pendapatan bersih sekitar Rp450.000 per bulan. Dana ekstra tersebut dapat dialokasikan untuk tambahan stok beras 10 kilogram, beberapa liter minyak goreng, hingga tambahan lauk pauk bergizi.
Penyesuaian Layanan GoRide Hemat dan Program Kesejahteraan
Sejalan dengan komitmen penerapan komisi 8 persen tersebut, Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo, mengumumkan langkah rasionalisasi berupa penghapusan Program Langganan GoRide Hemat bagi mitra. Langkah ini diambil agar ekosistem perusahaan tetap tumbuh secara sehat.
Ke depannya, layanan GoRide Hemat juga akan mengikuti sistem bagi hasil 8 persen. Penyesuaian ini diterapkan agar harga bagi konsumen tetap berada di angka terjangkau, namun tenaga driver tetap dihargai dengan layak.
Selain peningkatan cuan harian, Gojek memastikan seluruh program kesejahteraan dan jaring pengaman sosial para mitranya tetap berjalan lancar. Program andalan seperti BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, hingga beasiswa anak mitra dipastikan terus berlanjut selaras dengan program Asta Cita pemerintah.