Rupiah Berpotensi Menguat ke Level Rp16.800 Per Dolar AS

Rupiah Berpotensi Menguat ke Level Rp16.800 Per Dolar AS
Foto: Ilustrasi Rupiah Berpotensi Menguat ke Level Rp16.800 Per Dolar AS.

Nilai tukar rupiah dinilai memiliki ruang penguatan signifikan hingga mencapai level Rp16.800-Rp17.000 per dolar AS di tengah tekanan global jika koordinasi kebijakan fiskal dan moneter berjalan solid, dilansir dari Media Indonesia pada Kamis (28/5).

Kondisi mata uang Indonesia di pasar offshore sempat tertekan hingga menembus Rp17.800 per dolar AS, bertepatan dengan libur Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah pada 27-28 Mei 2026.

Kapasitas ekonomi nasional yang sebenarnya dinilai lebih kuat daripada pergerakan nilai tukar saat ini, sehingga stabilisasi mata uang tidak dapat dipasrahkan kepada instrumen bank sentral semata.

"Level Rupiah saat ini menurut saya terlalu lemah dibanding kapasitas ekonomi Indonesia sebenarnya," ujar Fakhrul Fulvian, Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia.

Pemerintah diharapkan menunjukkan konsistensi arah kebijakan karena pasar obligasi sangat sensitif terhadap isu pembiayaan APBN serta subsidi yang dapat memicu kenaikan yield.

"BI mulai kembali ke pendekatan pre-emptive, front loading, dan ahead the curve seperti era 2018," tambah Fakhrul Fulvian, Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia.

Langkah Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin ke level 5,25% baru-baru ini mendapat apresiasi karena dinilai penting untuk memulihkan kredibilitas pasar.

"Kita perlu burden sharing yang lebih seimbang antara fiskal, moneter, sektor energi, dan sektor riil agar Rupiah tidak terus menjadi penanggung terakhir dari semua tekanan ekonomi," pungkas Fakhrul Fulvian, Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia.

Pembagian beban yang merata di berbagai sektor struktural tersebut didorong menjadi solusi jangka panjang agar sistem perekonomian domestik menjadi lebih tahan banting.

Artikel terkait

Rekomendasi