Gavi Peringatkan Potensi Pandemi Hantavirus Akibat Penularan Antarmanusia

Gavi Peringatkan Potensi Pandemi Hantavirus Akibat Penularan Antarmanusia
Foto: Ilustrasi Gavi Peringatkan Potensi Pandemi Hantavirus Akibat Penularan Antarmanusia.

Aliansi vaksin dunia Gavi melalui platform VaccinesWork memperingatkan potensi Hantavirus sebagai ancaman kesehatan global di masa depan akibat terdeteksinya penularan antarmanusia di Amerika Selatan. Peringatan ini muncul kembali pada 2026 setelah artikel resminya diterbitkan lima tahun lalu.

Hantavirus yang merupakan bagian dari genus Orthohantavirus umumnya menyebar dari hewan pengerat ke manusia melalui udara yang terkontaminasi kotoran atau air liur tikus. Dilansir dari Detik iNET, kewaspadaan global terhadap mutasi virus ini terus meningkat seiring laporan dari wilayah Argentina dan Chile.

"Epidemics of person-to-person transmission of the Andes virus in Argentina and Chile indicate it can evolve to sustain human-to-human transmission," tulis VaccinesWork.

Laporan tersebut menegaskan perlunya kesiapan sistem kesehatan dalam mengantisipasi perubahan pola penyebaran virus dari hewan ke manusia menjadi antarmanusia secara berkelanjutan. Penajaman strategi pencegahan kini menjadi fokus utama bagi lembaga kesehatan internasional.

"Healthcare systems should be prepared to implement prevention strategies for person-to-person transmission," tulis laporan tersebut.

Data Gavi menunjukkan perbedaan signifikan antara Hantavirus tipe "Old World" di Eropa-Asia dengan tipe "New World" di Amerika. Jenis Old World dapat memicu pendarahan dengan sindrom ginjal (HFRS) dengan tingkat kematian 5-15 persen.

Sementara itu, tipe New World dapat menyebabkan sindrom pulmonari Hantavirus (HPS) yang jauh lebih berbahaya. Fatalitas pada kasus HPS tercatat sangat tinggi, yakni mencapai kisaran 35 hingga 50 persen.

Sejarah virus ini mencatat momentum besar pada April 1993 di wilayah Four Corners, Amerika Serikat, saat wabah misterius menewaskan pasangan suku Navajo. Kejadian tersebut berujung pada penemuan spesies Sin Nombre Virus yang memicu peningkatan pengawasan genomik dunia.

Hingga saat ini, belum ada vaksin Hantavirus yang tersedia secara luas di tingkat global untuk menangani varian HPS. Vaksin untuk HFRS yang dikembangkan Korea Selatan sejak 1990 juga masih memiliki penggunaan terbatas di China dan Korea Selatan.

Masyarakat diimbau untuk mengurangi risiko infeksi dengan menghindari kontak langsung dengan tikus serta menjaga kebersihan lingkungan rumah. Penggunaan ventilator dan obat antivirus ribavirin masih menjadi metode penanganan suportif utama meskipun efektivitas obat tersebut masih dalam perdebatan ilmiah.

Artikel terkait

Rekomendasi