Travel Content Creator Andi Garcia memaparkan pergeseran tren penggunaan perangkat dokumentasi dari kamera profesional ke smartphone saat melakukan perjalanan dalam acara workshop di Hanoi, Vietnam. Transformasi ini didorong oleh peningkatan kualitas kamera ponsel yang kini dinilai lebih praktis untuk memproduksi konten berkualitas tinggi tanpa membebani mobilitas kreator.
Penggunaan perangkat yang terlalu banyak dan berat justru dianggap mengurangi esensi dari pengalaman bepergian itu sendiri, sebagaimana dilansir dari Tekno. Andi mencatat bahwa membawa perlengkapan kamera profesional yang bisa mencapai bobot 5 kilogram sering kali membuat kreator hanya fokus pada pengambilan gambar daripada menikmati perjalanan.
"Dengan bawa alat sebanyak itu, yang saya ingat itu cuma kesusahannya sama memori pada saat lagi traveling itu jadi hilang. Jadi negatifnya kalau bawa alat sebanyak itu, shooting, shooting, shooting, terus udah pulang lupa," ujar Andi Garcia, Travel Content Creator.
Perubahan preferensi ini juga dipengaruhi oleh selera audiens di media sosial yang kini lebih menyukai konten bergaya natural dan apa adanya. Tren video pendek membuat video yang tampak realistis lebih diminati dibandingkan video sinematik yang dianggap terlalu sempurna.
"Fenomena sekarang, dimana audience lebih peduli yang raw (mentah), lebih peduli yang otentik, lebih peduli yang simple," kata Andi Garcia.
Andi menambahkan bahwa standar keindahan visual di masa lalu yang sangat bergantung pada kamera mirrorless kini mulai tergeser oleh kebutuhan akan keaslian konten.
"Kalau dulu memang betul, kita harus bikin konten yang pakai kameranya mirrorless yang bagus, yang rasanya bokeh semua biar gambarnya cantik," tutur Andi Garcia.
Teknologi pada ponsel pintar saat ini diklaim sudah mampu memberikan hasil visual yang sangat mendekati kamera profesional. Andi menyebutkan bahwa fitur-fitur pada ponsel kelas atas telah mampu memenuhi sebagian besar kebutuhan produksi konten secara harian.
"Handphone sekarang sudah memiliki fitur-fitur tertentu yang bisa memproduksi 95 persen sampai 98 persen mirip dengan kamera mirrorless," ujar Andi Garcia.
Secara spesifik, Andi menyoroti keberadaan fitur log video pada perangkat Galaxy S26 Ultra yang membantu akurasi eksposur dan pencahayaan. Kehadiran fitur preview pada mode log video dianggap mempermudah alur kerja karena hasil akhir dapat dipantau sebelum proses penyuntingan.
"Karena saya tuh selalu produksi pakai log. Begitu keluar S26 Ultra, ada log video with preview. Ini yang menurut saya makin wah ini, makin memudahkan workflow saya kalau lagi travel plus produksi konten, jadi gak pusing," jelas Andi Garcia.
Fitur tersebut memungkinkan para kreator untuk membangun identitas visual yang unik melalui pengaturan warna yang fleksibel.
"Jadi, kenapa saya suka pakai log? Karena saya, selain bisa bikin personality dari orangnya, bisa bikin personality dari visualnya juga. Dan juga fleksibel," tutup Andi Garcia.