Aparat Kepolisian Resor Temanggung menyelidiki kasus kematian satu keluarga asal Kabupaten Semarang yang ditemukan meninggal dunia di kawasan glamping Taman Wisata Alam Posong, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung. Penyelidikan dilakukan setelah para korban diduga telah wafat sekitar 12 jam sebelum ditemukan, seperti dilansir dari Media Indonesia pada Jumat (29/5).
Satuan Reserse Kriminal Polres Temanggung telah meminta keterangan dari empat orang pengelola Glamping Safari Taman Wisata Alam Posong untuk memperjelas kronologi peristiwa. Keempat korban meninggal dunia tersebut diidentifikasi sebagai Muhamad Ali Munawar (52), Maghfirah (43), Bagas Amar Hakiki (21), dan Alvino Evan Hakim (16).
Pihak kepolisian saat ini fokus mendalami dua kemungkinan penyebab utama kematian, yaitu keracunan makanan dari hidangan barbeku yang dibawa dari rumah atau keracunan gas karbon monoksida dari peralatan memasak portabel di dalam tenda.
"Betul, sebanyak empat orang saksi telah kita mintai keterangan terkait kasus tersebut, sembari menunggu hasil visum dan pemeriksaan sisa makanan dari laboratorium," ujar Kasat Reskrim Polres Temanggung, AKP I Komang Mahendra Deputra, Jumat (29/5).
Tim penyidik juga telah mengamankan sejumlah barang bukti dari tempat kejadian perkara, termasuk sisa makanan dan tabung gas portable milik korban untuk diuji oleh laboratorium forensik.
"Kami juga meneliti kemungkinan keracunan gas setelah aktivitas membakar daging. Korban diketahui membawa perlengkapan BBQ portabel sendiri. Hal ini yang sedang kami dalami, apakah ada kebocoran atau akumulasi gas di dalam tenda," lanjut Komang.
Berdasarkan pemeriksaan awal terhadap kondisi fisik jenazah yang sudah kaku, polisi memperkirakan waktu kematian para korban terjadi pada malam atau dini hari sebelum dievakuasi.
"Diduga meninggal sekitar 12 jam sebelum ditemukan, kemungkinan pada malam atau dini hari," tambahnya.
Berdasarkan keterangan kerabat korban bernama Yuliana, keluarga Muhamad Ali Munawar yang dikenal sebagai pedagang sukses di Pasar Lanang Ambarawa tersebut sempat pamit untuk berwisata pada Selasa (26/5) dan menitipkan hewan kurban.
"Kami sangat kaget. Mereka orang baik, bahkan baru saja merenovasi rumah orang tua agar keluarga besar bisa berkumpul dengan nyaman. Sebelum berangkat, mereka pamit tidak bisa ikut kumpul keluarga karena ingin berwisata," kenang Yuliana.
Saat ini seluruh jenazah korban telah berada di rumah sakit guna menjalani pemeriksaan medis final dari tim dokter forensik.