Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan ART yang Tewas Melompat di Benhil

Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan ART yang Tewas Melompat di Benhil
Foto: Ilustrasi Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan ART yang Tewas Melompat di Benhil.

Jenazah seorang asisten rumah tangga (ART) yang ditemukan meninggal dunia setelah diduga melompat dari rumah majikannya di Jakarta Pusat kini telah dipulangkan ke kampung halaman. Pihak keluarga mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas penyebab kematian korban.

Isak tangis keluarga pecah saat jenazah tiba di rumah duka yang berlokasi di Dukuh Gerjo, Desa Ngroto, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Suasana duka menyelimuti kepulangan remaja tersebut yang meninggal dalam kondisi tragis.

Dilansir dari Kompas, korban yang masih berusia 15 tahun tersebut diketahui baru bekerja selama satu pekan. Ia bertugas di sebuah rumah indekos yang berada di kawasan Benhil, Jakarta Pusat, sebelum peristiwa nahas itu terjadi.

Pihak kepolisian saat ini terus melakukan pendalaman terhadap kasus yang melibatkan dua orang ART tersebut. Keduanya dilaporkan mencoba melarikan diri dengan cara melompat dari lantai 4 rumah sang majikan.

Penyelidikan intensif diarahkan untuk mengungkap adanya kemungkinan tindak kekerasan yang dialami oleh korban sebelum memutuskan melompat. Polisi berupaya mengumpulkan bukti-bukti terkait dugaan penganiayaan atau tekanan yang memicu aksi nekat tersebut.

Selain fokus pada penyebab kematian, petugas kepolisian juga melakukan pemeriksaan terhadap dua pihak penyalur ART. Pemeriksaan ini berkaitan dengan dugaan pelanggaran mempekerjakan anak di bawah umur, mengingat korban tewas baru menginjak usia 15 tahun.

Langkah hukum ini diambil untuk memastikan pertanggungjawaban dari pihak-pihak yang terlibat dalam proses penyaluran tenaga kerja tersebut. Fokus utama penyelidikan meliputi aspek legalitas perekrutan dan kondisi kerja yang dialami para korban di lokasi kejadian.

Artikel terkait

Rekomendasi