Kepolisian di Provinsi Anhui, China, menangkap seorang pria yang diduga sengaja mencampurkan zat merkuri ke dalam minuman teh susu milik kekasihnya. Insiden yang dilaporkan terjadi pada 27 April 2024 ini awalnya sempat viral sebagai dugaan kelalaian gerai minuman terkenal di media sosial.
Dilansir dari Wolipop, kasus ini bermula saat seorang wanita bermarga Zhang menemukan butiran aneh dalam minuman yang dibelikan kekasihnya. Penyelidikan resmi oleh otoritas pengawas pasar dan polisi kemudian mengalihkan kecurigaan dari pihak gerai ke lingkaran pribadi korban.
Hasil investigasi yang diumumkan pada 29 April memastikan bahwa prosedur produksi di gerai teh susu tersebut sepenuhnya aman. Tim penyelidik menyimpulkan bahwa benda asing tersebut sengaja dimasukkan oleh pihak pembeli setelah produk meninggalkan toko.
Zhang menceritakan kronologi awal saat dirinya mengonsumsi minuman tersebut. Ia mengaku merasakan tekstur yang tidak lazim pada beberapa tegukan awal sebelum akhirnya menemukan serpihan logam berwarna perak.
"Rasanya sangat keras dan tidak seperti bubble tapioka," ungkap Zhang.
Setelah menyadari adanya kejanggalan, Zhang segera memuntahkan butiran tersebut karena menduga kuat zat itu adalah merkuri. Meski sempat memicu kecaman publik terhadap merek teh susu, pihak toko sejak awal menegaskan tidak menggunakan bahan berbahaya dalam proses produksi mereka.
Polisi telah mengamankan barang bukti dan menahan tersangka untuk proses hukum lebih lanjut. Reaksi keras muncul dari warga net di China yang mengecam tindakan berbahaya tersebut sebagai ancaman terhadap nyawa seseorang.
"Ini adalah percobaan pembunuhan," tulis seorang pengguna media sosial.
Banyak pihak juga memberikan pembelaan terhadap reputasi gerai minuman yang sempat tersudut akibat tuduhan awal korban di media sosial. Warganet menilai tidak masuk akal bagi sebuah bisnis untuk menyimpan bahan kimia berbahaya di area produksi makanan.
"Saya yakin merkuri itu bukan berasal dari toko. Untuk apa mereka menyimpan bahan seperti itu?" komentar netizen lainnya.
Walaupun terpapar merkuri, Zhang dilaporkan tidak mengalami gangguan kesehatan yang fatal. Di China, tindakan mencampurkan zat berbahaya ke dalam makanan merupakan pelanggaran hukum berat yang dapat diancam dengan hukuman penjara hingga hukuman mati.