Langkah sigap PT PLN (Persero) dalam menangani kendala sistem kelistrikan di sejumlah daerah di Sumatra menjadi poin krusial. Upaya ini dinilai penting demi mempercepat normalisasi pelayanan setrum bagi warga masyarakat.
Dikutip dari Investor Daily, Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi, menjelaskan bahwa penormalan sistem listrik dalam skala masif memerlukan proses bertahap. Hal tersebut dilakukan demi menjaga ketahanan jaringan.
"Dalam gangguan sistem kelistrikan berskala besar, proses pemulihan memang tidak bisa dilakukan sekaligus karena harus menjaga keseimbangan sistem secara bertahap," ujar Tulus, Minggu (24/05/2026).
Sebelumnya, pihak perusahaan setrum negara mengonfirmasi kendala kelistrikan pada Jumat (22/05/2026) bersumber dari masalah jaringan transmisi 275 kV di Muara Bungo, Jambi.
Tulus berpendapat, respons kilat dari manajemen beserta jajaran petugas di lapangan menjadi penentu utama. Kehadiran mereka mempercepat pemulihan pasokan energi di area-area yang terdampak.
"Yang terpenting setelah kejadian, tim PLN langsung bergerak melakukan pemulihan infrastruktur kelistrikan sehingga masyarakat bisa kembali menikmati layanan listrik," katanya.
Lebih lanjut, Tulus memaparkan bahwa pemadaman listrik berskala luas berimbas signifikan pada sektor publik hingga roda perekonomian. Oleh sebab itu, pemulihan menjadi fokus utama agar aliran daya kembali normal dengan aman.
Saat ini, kondisi kelistrikan pada beberapa wilayah yang sempat terdampak di Pulau Sumatra dilaporkan sudah mulai membaik secara bertahap.
Peristiwa ini juga dipandang Tulus sebagai momentum tepat guna mengevaluasi sistem. Langkah tersebut diperlukan untuk memperkuat ketahanan infrastruktur listrik nasional dari risiko serupa di masa depan.
"Hal paling penting sekarang adalah memastikan sistem kelistrikan semakin kuat dan andal sehingga kejadian serupa dapat diminimalkan," ujarnya.