PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN bersiap mendistribusikan dividen tahun buku 2025 dengan total nilai mencapai US$ 172,29 juta. Pembagian keuntungan ini setara dengan Rp 125,6 per lembar saham bagi para pemegang saham emiten gas pelat merah tersebut.
Keputusan strategis mengenai pembagian dividen ini diambil berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 22 Mei 2026. Kepastian pembagian keuntungan ini menjadi kabar penting bagi para pelaku pasar modal.
Jadwal resmi pembagian dividen emiten yang masuk dalam portofolio investor kawakan Lo Kheng Hong ini kini telah dirilis. Batas akhir periode perdagangan saham dengan hak dividen atau cum date di pasar reguler dan pasar negosiasi jatuh pada 4 Juni 2026.
Selanjutnya, periode ex date dividen untuk pasar reguler serta pasar negosiasi dijadwalkan pada 5 Juni 2026. Investor yang berhak menerima dividen harus tercatat dalam daftar pemegang saham (recording date) pada 8 Juni 2026, sedangkan proses pembayaran final akan dilakukan pada 24 Juni 2026.
Pada sesi perdagangan Senin (25/5/2026), saham PGAS ditutup melonjak sebesar 3,02 persen menuju level Rp 1.875 per lembar. Berdasarkan harga penutupan tersebut, potensi yield dividen yang ditawarkan oleh PGN berada pada kisaran 6,7 persen.
Dilihat dari sisi valuasi saham, rasio price to book value (PBV) perusahaan tercatat di bawah angka 1, tepatnya pada posisi 0,94 kali. Sementara itu, rasio harga terhadap laba bersih atau price earning ratio (PER) berada di level 11,23 kali (TTM).
Investor legendaris Indonesia, Lo Kheng Hong, tercatat menguasai sebanyak 196.764.100 lembar saham atau setara 0,81 persen kepemilikan di PGAS per 30 April 2026. Melalui porsi kepemilikan ini, dia berpotensi membawa pulang dividen sebesar Rp 24,7 miliar.