Perusahaan migas asal Malaysia, Petronas, merealisasikan penerimaan satu juta barel minyak mentah asal Basrah, Irak, melalui kapal Ocean Thunder pada Sabtu (18/4/2026). Langkah strategis ini dilakukan untuk memitigasi gangguan pasokan energi global yang dipicu oleh eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah.
Sebagaimana dilansir dari Detik Finance, aktivitas impor ini merupakan bagian dari skema pemenuhan cadangan bahan bakar nasional. Kedatangan muatan besar tersebut diproyeksikan mampu menjaga ketahanan stok energi di Negeri Jiran dalam menghadapi ketidakpastian pasar global.
"Ocean Thunder mengangkut sebagian dari 38 persen impor minyak mentah nasional yang melewati Selat Hormuz," tulis Petronas, BUMN minyak dan gas Malaysia.
Pihak manajemen menekankan bahwa diversifikasi sumber pasokan menjadi kunci utama dalam menjaga ketersediaan bahan bakar di tingkat konsumen. Melalui pemanfaatan berbagai kanal pasokan, otoritas terkait optimistis kondisi stok tetap berada di level aman hingga beberapa bulan ke depan.
"Hal ini memungkinkan Petronas untuk memastikan bahwa pasokan bahan bakar di seluruh stasiunnya di seluruh negeri mencukupi hingga akhir Juni 2026," kata perusahaan tersebut.
Volume satu juta barel minyak mentah dari Basrah tersebut memiliki potensi pengolahan menjadi sekitar 159 juta liter produk turunan minyak bumi. Secara teknis, muatan ini diprediksi menghasilkan solar dalam rentang 62-64 juta liter serta bensin sebanyak 45-48 juta liter.
Komposisi hasil penyulingan lainnya mencakup produksi avtur sebesar 22-24 juta liter dan gas minyak cair (LPG) sebanyak 5-6 juta liter. Sisanya, sekitar 18-25 juta liter, akan diolah menjadi berbagai produk petrokimia lainnya.
Berdasarkan data konsumsi harian, Malaysia memerlukan rata-rata 112 juta liter bahan bakar yang mencakup 46 juta liter bensin dan 34 juta liter diesel. Kebutuhan tersebut juga meliputi penggunaan 20 juta liter LPG serta 12 juta liter bahan bakar penerbangan atau avtur setiap harinya.