Petrokimia Gresik Siapkan 219.648 Ton Pupuk Subsidi Musim Tanam 2026

Petrokimia Gresik Siapkan 219.648 Ton Pupuk Subsidi Musim Tanam 2026
Foto: Ilustrasi Petrokimia Gresik Siapkan 219.648 Ton Pupuk Subsidi Musim Tanam 2026.

Petrokimia Gresik memastikan kesediaan stok pupuk bersubsidi sebanyak 219.648 ton pada Selasa (12/5/2026) guna menjamin kelancaran musim tanam periode April hingga September 2026. Langkah ini dilakukan anak usaha Pupuk Indonesia tersebut untuk menjaga stabilitas pasokan di tengah dinamika rantai pasok global.

Total persediaan pupuk yang disiapkan hingga 10 Mei 2026 tersebut terdiri dari beberapa jenis pupuk untuk memenuhi kebutuhan petani. Sebagaimana dilansir dari Suara, jumlah tersebut meliputi 32.054 ton Urea, 166.324 ton NPK Phonska, 16.611 ton Petroganik, 2.720 ton ZA, dan 1.939 ton SP-36.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menegaskan bahwa ketersediaan stok ini merupakan komitmen perusahaan di tengah dinamika global yang sempat mengguncang rantai pasok bahan baku pupuk dunia.

"Perubahan kondisi global dan potensi gangguan jalur logistik internasional menjadi perhatian industri pupuk dunia. Namun Petrokimia Gresik tetap berupaya optimal dalam memproduksi pupuk sehingga ketersediaan bagi petani tetap terjaga," ujar Daconi Khotob, Direktur Utama Petrokimia Gresik.

Perusahaan kini menerapkan strategi diversifikasi negara asal pasokan untuk mengamankan bahan baku utama seperti phosphate rock, potash, hingga sulphur. Selain itu, kontrak jangka panjang selama 6 hingga 12 bulan telah diamankan bersamaan dengan penguatan suplai sulphuric acid dari pasar domestik.

"Stok ini telah tersedia pada jaringan distribusi Pupuk Indonesia dan siap disalurkan kepada penerima sesuai ketentuan yang berlaku. Petani tidak perlu khawatir," tambah Daconi Khotob, Direktur Utama Petrokimia Gresik.

Efisiensi penyaluran juga didukung oleh kebijakan pemerintah melalui Perpres Nomor 6 Tahun 2025 yang menyederhanakan 145 aturan menjadi satu regulasi induk. Dampaknya, realisasi penyaluran pupuk subsidi nasional hingga awal Mei 2026 telah mencapai 3,46 juta ton atau sekitar 35 persen dari total alokasi tahunan sebesar 9,85 juta ton.

Pemerintah juga telah menetapkan kebijakan penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar 20 persen bagi seluruh jenis pupuk subsidi. Daconi mengimbau agar para petani senantiasa melakukan penebusan pupuk di jaringan kios resmi demi menghindari risiko peredaran produk palsu di lapangan.

"Kami ingin memastikan kebutuhan pupuk petani tetap terpenuhi sehingga produktivitas pertanian nasional dapat terus terjaga di tengah tantangan global," tutup Daconi Khotob, Direktur Utama Petrokimia Gresik.

Artikel terkait

Rekomendasi