Pesawat kargo Boeing 747-400 milik maskapai Singapore Airlines terpaksa melakukan pendaratan darurat di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, pada 27 Oktober 2015. Insiden ini terjadi setelah indikator pendeteksi asap di kokpit menyala akibat akumulasi gas metana dari ribuan ekor domba di ruang kargo.
Pesawat dengan nomor penerbangan SQ7108 tersebut sedang menempuh rute dari Sydney, Australia, menuju Kuala Lumpur, Malaysia. Dilansir dari Tekno, armada kargo dengan registrasi 9V-SFI ini mengangkut sebanyak 2.186 ekor domba hidup beserta empat kru pesawat saat peristiwa berlangsung.
Gangguan terdeteksi ketika pesawat berada pada ketinggian jelajah 32.000 kaki atau sekitar 9.700 meter. Posisi pesawat saat itu berada di wilayah udara sekitar 400 mil laut di sebelah selatan Denpasar sebelum sistem keamanan mendeteksi keberadaan partikel yang menyerupai asap di kabin kargo.
Sesuai dengan protokol keselamatan aviasi, kru segera menjalankan prosedur darurat karena peringatan asap berpotensi menandakan adanya kebakaran. Pesawat kemudian menurunkan ketinggian ke 25.000 kaki dan memutuskan untuk melakukan pengalihan pendaratan ke bandara terdekat di Bali.
Setelah pesawat mendarat dengan selamat, tim darurat bandara langsung melakukan inspeksi menyeluruh pada setiap sudut ruang kargo. Namun, petugas tidak menemukan adanya api, suhu berlebih, maupun tanda-tanda kerusakan teknis pada sistem pesawat Boeing 747-400 tersebut.
Hasil investigasi menunjukkan bahwa kombinasi gas metana dari kentut domba serta uap dari kotoran hewan tersebut memicu sensitivitas sensor asap. Partikel gas yang terkonsentrasi di ruang tertutup cukup untuk mengelabui sistem keamanan pesawat sehingga mengidentifikasi kondisi tersebut sebagai bahaya kebakaran.
Prosedur khusus memang diberlakukan dalam pengangkutan hewan ternak melalui udara karena adanya risiko panas tubuh dan emisi gas. Setelah pemeriksaan selama 2,5 jam dan dinyatakan aman, pesawat SQ7108 melanjutkan perjalanan serta tiba di Kuala Lumpur tanpa kendala lebih lanjut.