Berbagai perusahaan mulai mengadopsi pelatihan berbasis psikologi industri guna memperkuat ketahanan mental dan komunikasi internal karyawan di tengah tingginya tekanan lingkungan kerja profesional. Langkah ini diambil sebagai strategi pengelolaan sumber daya manusia yang mengintegrasikan aspek kesehatan psikis dengan produktivitas pada Rabu, 13 Mei 2026.
Sebagaimana dilansir dari Investor Daily, tren peningkatan perhatian terhadap budaya kerja sehat ini mendorong munculnya program pelatihan berbasis bukti atau evidence-based. Pendekatan tersebut difokuskan untuk memperbaiki pola kepemimpinan dan kolaborasi dalam tim agar lebih efektif dalam menghadapi tantangan bisnis.
Direktur sekaligus trainer Cerita Jiwa Training Center, Widya Khrisanti Montoliang, menegaskan bahwa isu kesehatan mental saat ini bukan lagi sekadar persoalan personal karyawan. Menurutnya, hal ini telah bertransformasi menjadi pilar strategis bagi keberlanjutan organisasi.
"Perusahaan mulai menyadari bahwa lingkungan kerja yang sehat berpengaruh langsung terhadap produktivitas, retensi karyawan, dan kualitas kolaborasi tim," ujar Widya Khrisanti Montoliang, Direktur Cerita Jiwa Training Center.
Widya menambahkan bahwa tantangan di dunia kerja modern saat ini sangat kompleks karena tidak terbatas pada pemenuhan target finansial semata. Organisasi dituntut memiliki kemampuan untuk mengelola kesejahteraan psikologis para pekerjanya secara konsisten dan jangka panjang.
"Perusahaan mulai menyadari bahwa lingkungan kerja yang sehat berpengaruh langsung terhadap produktivitas, retensi karyawan, dan kualitas kolaborasi tim," ujar Widya Khrisanti Montoliang, Direktur Cerita Jiwa Training Center.
Dalam pelaksanaannya, perusahaan kini fokus pada pengembangan rasa aman secara psikologis atau psychological safety agar karyawan berani memberikan masukan tanpa rasa takut. Pola kepemimpinan juga diarahkan untuk lebih memahami kondisi psikologis anggota tim melalui komunikasi yang empatik dan pendengaran aktif.