Website Visual Capitalist baru-baru ini merilis daftar 20 perusahaan minyak terbesar di dunia yang melantai di pasar modal berdasarkan nilai kapitalisasi pasarnya. Raksasa minyak Arab Saudi, Saudi Aramco, menempati posisi puncak dengan nilai yang melebihi gabungan dari lima perusahaan migas publik terbesar berikutnya.
- Saudi Aramco (Arab Saudi) ÔÇö Perusahaan milik negara ini berada di peringkat pertama dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai 1,8 triliun dollar AS atau sekitar Rp 31,8 kuadriliun.
- Exxon Mobil (Amerika Serikat) ÔÇö Menempati urutan kedua dengan total kapitalisasi pasar senilai 637 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 11,2 kuadriliun.
- Chevron (Amerika Serikat) ÔÇö Berada di posisi ketiga dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar 380 miliar dollar AS atau sekitar Rp 6,7 kuadriliun.
- PetroChina (Tiongkok) ÔÇö Raksasa energi asal Asia ini menempati peringkat keempat dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai 273 miliar dollar AS atau sekitar Rp 4,8 kuadriliun.
- Shell (Inggris) ÔÇö Mengisi urutan kelima dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar 249 billion dollar AS atau setara Rp 4,4 kuadriliun.
- TotalEnergies (Prancis) ÔÇö Menempati peringkat keenam dengan kapitalisasi pasar bernilai 206 miliar dollar AS atau sekitar Rp 3,6 kuadriliun.
- CNOOC (Tiongkok) ÔÇö Berada di urutan ketujuh dengan mencatatkan nilai kapitalisasi pasar sebesar 173 miliar dollar AS atau sekitar Rp 3,06 kuadriliun.
- ConocoPhilips (Amerika Serikat) ÔÇö Menempati posisi kedelapan dengan total nilai kapitalisasi pasar sebesar 153 miliar dollar AS atau sekitar Rp 2,6 kuadriliun.
- Petrobras (Brazil) ÔÇö Berada di peringkat kesembilan dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai 142 miliar dollar AS atau sekitar Rp 2,5 kuadriliun.
- BP (Inggris) ÔÇö Melengkapi posisi sepuluh besar dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar 121 miliar dollar AS atau sekitar Rp 2,1 kuadriliun.
- Enbridge (Kanada) ÔÇö Menempati urutan kesebelas dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar 119 miliar dollar AS atau setara Rp 2,1 kuadriliun.
- Southern Company (Amerika Serikat) ÔÇö Berada di peringkat kedua belas dengan total kapitalisasi pasar senilai 108 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1,91 kuadriliun.
- Equinor (Norwegia) ÔÇö Mengisi posisi ketiga belas dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai 103 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1,82 kuadriliun.
- Canadian Natural Resources (Kanada) ÔÇö Berada di urutan keempat belas dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar 99 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1,7 kuadriliun.
- Duke Energy (Amerika Serikat) ÔÇö Menempati posisi kelima belas dengan nilai kapitalisasi pasar yang sama, yaitu 99 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1,7 kuadriliun.
- Sinopec (Tiongkok) ÔÇö Berada di peringkat keenam belas dengan mencatatkan nilai kapitalisasi pasar sebesar 95 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1,68 kuadriliun.
- Williams Companies (Amerika Serikat) ÔÇö Menempati posisi ketujuh belas dengan total kapitalisasi pasar bernilai 92 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1,62 kuadriliun.
- Enterprise Products (Amerika Serikat) ÔÇö Berada di urutan kedelapan belas dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar 84 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1,48 kuadriliun.
- SLB (Amerika Serikat) ÔÇö Menempati peringkat kesembilan belas dengan nilai kapitalisasi pasar senilai 83 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1,46 kuadriliun.
- ENI (Italia) ÔÇö Berada di posisi terakhir dalam daftar dua puluh besar dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar 83 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1,46 kuadriliun.
Sebagai informasi tambahan mengenai posisi PT Pertamina (Persero) milik pemerintah Indonesia, perusahaan ini tidak masuk dalam daftar karena berstatus sebagai perusahaan tertutup yang tidak melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Meski nilai kapitalisasi pasarnya tidak diketahui pasti, nilai valuasi Pertamina diproyeksikan mencapai 100 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1,71 kuadriliun.