Pembiayaan Sektor Keuangan Non-Bank Tumbuh Positif Hingga Maret 2026

Pembiayaan Sektor Keuangan Non-Bank Tumbuh Positif Hingga Maret 2026
Foto: Ilustrasi Pembiayaan Sektor Keuangan Non-Bank Tumbuh Positif Hingga Maret 2026.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan pertumbuhan solid pada industri keuangan non-bank hingga periode Maret 2026 yang didorong oleh lonjakan pembiayaan di sektor pinjaman online dan pergadaian. Kenaikan nilai transaksi ini dibarengi dengan profil risiko yang tetap terkendali di tengah dinamika ekonomi nasional.

Sektor teknologi finansial atau pinjaman online menyumbang angka pembiayaan sebesar Rp101,03 triliun, yang menandakan kenaikan 26,25 persen secara tahunan. Dilansir dari Suara, capaian ini melampaui pertumbuhan pada Februari 2026 yang tercatat sebesar 25,75 persen, namun tingkat risiko kredit macet justru menurun menjadi 4,52 persen.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK, Agusman, memberikan penjelasan terkait performa positif di berbagai lini bisnis pembiayaan dan pergadaian tersebut melalui rapat dewan komisioner.

"Berdasarkan data terbaru OJK, nilai pembiayaan tumbuh sebesar 26,25 persen secara tahunan (year on year/yoy) dengan nominal mencapai Rp101,03 triliun," kata Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK.

Selain pinjaman daring, sektor Buy Now Pay Later (BNPL) menjadi sorotan karena mengalami akselerasi yang sangat tajam mencapai 55,85 persen secara tahunan. Total nilai pembiayaan pada layanan ini menyentuh angka Rp12,81 triliun dengan rasio pembiayaan bermasalah yang masih dalam kategori aman.

"Tren penggunaan Buy Now Pay Later atau BNPL terus meroket tajam, pertumbuhan sebesar 55,85 persen yoy atau menyentuh nilai Rp12,81 triliun," kata Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK.

Di sisi lain, sektor pergadaian mencatatkan rekor pertumbuhan tertinggi mencapai 60,27 persen dengan total nilai pembiayaan Rp153,49 triliun. Layanan gadai konvensional masih memegang peranan vital dengan kontribusi dominan sebesar 83,33 persen dari total penyaluran dana tersebut.

"Dengan pencapaian ini, OJK terus berkomitmen memperkuat pengawasan agar stabilitas industri keuangan non-bank tetap terjaga demi mendukung inklusi keuangan masyarakat di masa depan," tandas Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK.

Meskipun mayoritas sektor tumbuh, industri modal ventura mengalami sedikit tekanan dengan kontraksi 0,95 persen pada Maret 2026. Nilai pembiayaan modal ventura terkoreksi menjadi Rp16,57 triliun dibandingkan performa bulan sebelumnya yang sempat tumbuh tipis.

Artikel terkait

Rekomendasi