Jumlah Orang Super Kaya Indonesia Tumbuh Pesat Capai 1.560 Individu

Jumlah Orang Super Kaya Indonesia Tumbuh Pesat Capai 1.560 Individu
Foto: Ilustrasi Jumlah Orang Super Kaya Indonesia Tumbuh Pesat Capai 1.560 Individu.

Populasi individu dengan kekayaan bersih sangat tinggi atau Ultra-High-Net-Worth Individuals (UHNWI) di Indonesia mengalami lonjakan signifikan sebesar 7,6 persen hingga mencapai 1.560 orang pada Rabu (13/5/2026). Laju pertumbuhan ini melampaui rata-rata global yang berada di angka 4,2 persen.

Berdasarkan data Wealth Report Knight Frank 2026 yang dilansir dari Kompas, jumlah orang super kaya di tanah air meningkat dari angka 1.450 orang pada tahun sebelumnya. Capaian ini menempatkan Indonesia di posisi kedua di Asia Tenggara dan peringkat keempat di seluruh kawasan Asia dalam hal persentase pertumbuhan tahunan.

Indonesia kini membayangi kekuatan ekonomi besar lainnya dengan tingkat pertumbuhan yang mengungguli Vietnam sebesar 6,4 persen dan Thailand pada angka 5,2 persen. Di tingkat benua, India masih memimpin pertumbuhan dengan 12 persen, disusul oleh China daratan, Jepang, dan Korea Selatan.

Laporan tersebut merinci bahwa diversifikasi portofolio menjadi kunci utama para individu kaya ini dalam menjaga aset mereka. Instrumen properti, baik komersial maupun residensial, mendominasi alokasi sebesar 32 persen karena dianggap sebagai pelindung nilai yang stabil terhadap inflasi.

Selain properti, sebanyak 28 persen kekayaan dialokasikan pada pasar saham dan modal ventura. Sementara itu, aset alternatif seperti karya seni, jam tangan mewah, dan otomotif klasik menyumbang sekitar 10 persen dari total portofolio kekayaan mereka.

Head of Global Research Knight Frank, Liam Bailey, menyoroti fenomena transformasi struktural ekonomi yang mendorong pertumbuhan kekayaan di pasar berkembang.

"Kekayaan di pasar berkembang seperti Indonesia tumbuh lebih cepat karena adanya transformasi struktural ekonomi. Namun, tantangannya adalah bagaimana likuiditas ini tetap bertahan di pasar domestik daripada lari ke pusat keuangan luar negeri," tutur Liam Bailey, Head of Global Research Knight Frank.

Peningkatan jumlah aset yang terkonsentrasi pada seribu lebih individu ini turut memberikan tekanan baru pada kebijakan fiskal negara. Fokus para UHNWI kini disebut lebih mengarah pada pengelolaan aset profesional jangka panjang guna beradaptasi dengan ketidakpastian geopolitik dan kebijakan pajak terbaru.

Statistik UHNWI Indonesia 2026
IndikatorData/Posisi
Total UHNWI Indonesia 20261.560 Orang
Pertumbuhan Tahunan7,6 persen
Posisi Pertumbuhan AsiaKe-4
Aset Dominan Properti32 persen
Aset Dominan Ekuitas28 persen

Artikel terkait

Rekomendasi