Pertumbuhan Ikan Dunia Merosot Akibat Penangkapan Berlebih

Pertumbuhan Ikan Dunia Merosot Akibat Penangkapan Berlebih
Foto: Ilustrasi Pertumbuhan Ikan Dunia Merosot Akibat Penangkapan Berlebih.

Penelitian terbaru mengungkapkan penurunan signifikan pada pertumbuhan ikan di seluruh dunia selama satu abad terakhir akibat tekanan aktivitas manusia dan perubahan lingkungan. Berdasarkan laporan yang dilansir dari Lestari pada Sabtu, 25 April 2026, kondisi ini merusak fondasi biologis wilayah perikanan global.

Para ilmuwan mengamati data pertumbuhan ikan laut sejak tahun 1908 hingga 2021 untuk memahami perubahan ukuran tubuh mereka. Hasil pemantauan terhadap 7.000 data dari 1.479 spesies menunjukkan bahwa ikan kini tumbuh lebih lambat dibandingkan periode sebelumnya.

Helen Yan dari Universitas James Cook memimpin studi ini untuk memetakan perubahan ekologi dan sejarah hidup ikan yang terdampak aktivitas manusia. Ia menjelaskan bahwa pemahaman mengenai perubahan kehidupan ikan secara global selama ini masih sangat terbatas.

"Selama ini kita belum tahu bagaimana kehidupan ikan berubah di seluruh dunia dari waktu ke waktu. Jadi, kami meneliti seberapa cepat ikan tumbuh dan seberapa besar ukuran tubuh mereka selama 113 tahun terakhir," kata Dr. Yan.

Data menunjukkan bahwa jenis ikan yang paling sering dikonsumsi manusia mengalami penurunan pertumbuhan rata-rata sebesar 9 persen. Penurunan paling drastis ditemukan pada wilayah perikanan di daerah beriklim sedang yang menjadi pusat penangkapan intensif.

"Perikanan yang dikelola manusia mengalami penurunan pertumbuhan rata-rata sebesar 9 persen selama satu abad terakhir. Ini menunjukkan bahwa ikan sekarang tumbuh dengan ukuran yang lebih kecil atau dengan kecepatan yang lebih lambat," ujar Dr. Yan.

Analisis tersebut mengindikasikan bahwa dampak penangkapan ikan secara masif jauh lebih berpengaruh dalam mengubah biologis ikan daripada suhu laut yang memanas. Namun, interaksi antara kedua faktor tersebut diyakini menciptakan beban yang lebih berat bagi ekosistem.

"Namun, mungkin saja ada efek kerja sama antara penangkapan ikan berlebihan dan perubahan iklim yang dampaknya bisa jauh lebih besar daripada jika masalah itu terjadi sendirian," kata Dr. Yan.

Dr. Yan menegaskan bahwa temuan ini sangat krusial bagi manajemen stok pangan dunia dan kelestarian ekonomi masyarakat pesisir. Ikan yang mengecil dapat mengganggu stabilitas rantai makanan di lautan secara permanen.

"Kita perlu serius mempertimbangkan langkah-langkah seperti pembatasan jumlah tangkapan yang lebih ketat, perlindungan ukuran ikan, perlindungan habitat, serta pemantauan jangka panjang," terang Dr. Yan.

Kegagalan dalam melakukan tindakan perlindungan habitat dan pembatasan tangkapan diprediksi akan memperparah kerusakan biologis laut. Hal ini berisiko melemahkan kemampuan ekosistem untuk pulih di masa depan.

"Jika kita tidak segera melakukannya, dasar biologis dari banyak perikanan akan terus rusak. Hal ini akan berdampak buruk pada ketahanan pangan, ekonomi masyarakat pesisir, dan kelestarian ekosistem laut," pungkas Dr. Yan.

Artikel terkait

Rekomendasi