Penyaluran elpiji 3 kilogram ditambah sebanyak 5,8 juta tabung oleh PT Pertamina Patra Niaga di seluruh wilayah nasional. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi rumah tangga selama masa libur panjang Kenaikan Yesus Kristus dari tanggal 14 hingga 17 Mei 2026, dilansir dari Money.
Pasokan tambahan yang bersifat fakultatif tersebut digulirkan secara bertahap ke berbagai daerah. Pihak manajemen menentukan volume penyaluran dengan melihat indikator tren konsumsi serta estimasi kebutuhan riil masyarakat di tiap wilayah.
Kebijakan penambahan pasokan ini dikonfirmasi langsung oleh pihak manajemen perusahaan. Penyaluran ekstra ini difungsikan menjaga stabilitas ketersediaan energi masyarakat di tingkat pangkalan.
"Pertamina Patra Niaga menambah penyaluran elpiji 3 kg secara nasional sebanyak 5,8 juta tabung selama periode libur panjang ini. Langkah ini untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan distribusi elpiji subsidi berjalan lancar di seluruh wilayah," ujar Roberth dalam keterangannya, Minggu (17/5/2026).
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun mengingatkan agar konsumen tetap bijak dalam melakukan pembelian. Pengawasan distribusi terus diperketat agar komoditas bersubsidi ini tidak salah sasaran atau dibeli secara berlebihan.
Gas tabung hijau ini secara regulasi hanya diperuntukkan bagi kelompok rumah tangga kurang mampu, pelaku usaha mikro, serta kelompok nelayan dan petani sasaran. Masyarakat yang masuk dalam kategori mampu diimbau untuk beralih ke produk bahan bakar non-subsidi.
"Kami mengajak masyarakat mampu untuk menggunakan elpiji non subsidi Bright Gas agar subsidi energi lebih tepat sasaran," kata dia.
Guna memastikan kelancaran distribusi tambahan ini, koordinasi intensif terus dilakukan bersama pemerintah daerah. Pertamina Patra Niaga juga melakukan pemantauan ketat pada rantai pasok mulai dari agen hingga ke jaringan pangkalan resmi.