PT Pertamina (Persero) menginisiasi rangkaian kegiatan sosial dan edukasi dalam rangka memperingati Hari Kartini dengan membagikan sembako serta mengampanyekan penggunaan energi yang bijak. Kegiatan yang ditujukan bagi masyarakat prasejahtera ini berlangsung di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, pada Senin (21/4/2026).
Langkah ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memperkuat pemberdayaan perempuan sekaligus memberikan dampak ekonomi nyata bagi keluarga, seperti dilansir dari Nasional. Program ini dirancang untuk menyentuh langsung aspek ketahanan ekonomi di tingkat rumah tangga.
Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, menilai peringatan Hari Kartini merupakan momentum krusial untuk menonjolkan peran strategis perempuan. Menurutnya, pemberdayaan perempuan memiliki efek domino yang signifikan terhadap kemajuan masyarakat luas.
"Ketika perempuan sehat, keluarga menjadi lebih kuat. Ketika perempuan berdaya, masyarakat juga ikut maju. Momentum Kartini ini kami wujudkan melalui program yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, salah satunya pemberian sembako bagi masyarakat prasejahtera. Mungkin terlihat sederhana, namun bagi banyak keluarga, ini sangat membantu," ujar Oki Muraza.
Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, menegaskan bahwa perempuan bertindak sebagai agen perubahan yang vital dalam mengelola kebutuhan rumah tangga secara efisien. Hal ini menjadi alasan utama Pertamina mengintegrasikan edukasi energi ke dalam bantuan sosial.
"Melalui kegiatan ini, Pertamina menghadirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, baik melalui bantuan sembako maupun edukasi bijak energi. Ini menjadi bagian dari upaya mendorong pola hidup yang lebih efisien, berkelanjutan, dan berdampak bagi kesejahteraan keluarga," tutur Arya Dwi Paramita.
Secara simbolis, Pertamina menyerahkan 1.000 paket sembako pada seremoni tersebut. Namun, Arya mengungkapkan bahwa dalam rentang Februari hingga April 2026, total distribusi bantuan telah melampaui angka 118.000 paket di berbagai wilayah Indonesia.
Komoditas yang disalurkan mencakup kebutuhan pokok dalam jumlah besar. Data mencatat distribusi beras melebihi 576.000 kg, gula pasir 127.000 kg, minyak goreng 130.000 liter, tepung terigu di atas 1.000 kg, serta puluhan ribu boks kebutuhan pangan lainnya seperti susu dan sarden.
"Program ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi secara langsung, tetapi juga memiliki nilai sosial yang lebih luas. Hasil penjualan paket sembako murah disalurkan kembali kepada masyarakat untuk kegiatan sosial di lingkungan sekitar," kata Arya.
Fokus pada Edukasi Energi dan Keberlanjutan
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menambahkan bahwa peran perusahaan tidak hanya terbatas pada penyediaan produk energi, tetapi juga mencakup tanggung jawab sosial yang berkelanjutan.
"Melalui momentum Hari Kartini, Pertamina ingin memperkuat peran perempuan sebagai penggerak keluarga yang sehat, mandiri, dan bijak dalam menggunakan energi. Edukasi penggunaan energi yang efisien menjadi bagian penting dalam mendukung kehidupan sehari-hari yang lebih berkualitas dan berkelanjutan," jelas Muhammad Baron.
Dalam pelaksanaannya, Pertamina bersinergi dengan pemerintah daerah (pemda), lembaga sosial, serta organisasi keagamaan. Kerjasama ini bertujuan untuk memastikan seluruh bantuan tersalurkan secara merata dan tepat sasaran sesuai data masyarakat yang membutuhkan.
Inisiatif bantuan sembako ini selaras dengan posisi Pertamina dalam transisi energi menuju target net zero emission (NZE) 2060. Perusahaan terus mendorong program yang berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).