Pertamina Perkuat Peran Gas Bumi dan Kolaborasi Global Guna Jaga Ketahanan Energi

Pertamina Perkuat Peran Gas Bumi dan Kolaborasi Global Guna Jaga Ketahanan Energi
Foto: Ilustrasi Pertamina Perkuat Peran Gas Bumi dan Kolaborasi Global Guna Jaga Ketahanan Energi.

Pertamina menegaskan bahwa National Oil Company (NOC) memegang peran strategis dalam menjaga ketahanan energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Peran ini dinilai semakin krusial di tengah ketidakpastian geopolitik, dinamika pasar global, serta tantangan transisi energi.

Seperti diberitakan oleh Suara, poin tersebut diangkat oleh Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza dalam diskusi panel Global Challenges: NOCs at the Heart of Energy Resilience pada gelaran IPA Convex ke-50. Oki menyebut NOC memikul tanggung jawab besar yang tidak sekadar berorientasi pada bisnis.

ÔÇ£Selain memberikan kontribusi bagi penerimaan negara, NOC juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga ketahanan energi. Karena itu, strategi pengembangan energi tidak hanya bertumpu pada minyak, tetapi juga perlu memperkuat peran gas bumi sebagai energi transisi yang mampu menyediakan energi lebih terjangkau dengan emisi yang lebih rendah,ÔÇØ ujar Oki.

Hilirisasi juga menjadi fokus penting NOC untuk menciptakan efek berantai yang mampu membuka lapangan kerja baru serta mengoptimalkan nilai tambah sumber daya domestik. Dalam proses ini, gas bumi menjadi pilar utama karena mendukung pengurangan emisi sekaligus menjaga stabilitas pasokan.

Guna mewujudkan target tersebut, Pertamina intensif membangun sinergi dengan pemerintah, mitra strategis, dan lembaga keuangan. Oki menilai keberhasilan proyek energi skala besar di dunia membuktikan bahwa kolaborasi solid antara negara dan korporasi merupakan kunci utama.

Salah satu contoh nyata yang dipaparkan adalah pengembangan proyek LNG Mozambique yang melibatkan dukungan penuh dari Pemerintah Jepang. Keterlibatan tersebut mencakup kebijakan hingga aspek keekonomian melalui partisipasi equity JOGMEC, pembiayaan JBIC, asuransi NEXI, serta komitmen offtaker jangka panjang dari perusahaan seperti JERA.

ÔÇ£Contoh global menunjukkan bahwa proyek energi strategis membutuhkan arsitektur dukungan yang kuat. Pemerintah dapat berperan melalui pembiayaan, asuransi, kepastian pasar, dan kebijakan yang membuat proyek menjadi bankable. Dengan begitu, NOC dapat menjalankan mandat ketahanan energi secara lebih efektif, tetapi tetap menjaga disiplin investasi,ÔÇØ ujar Oki.

Sektor domestik juga memerlukan perhatian khusus melalui peningkatan produksi migas demi menekan jarak antara kapasitas pengolahan kilang dan realisasi produksi. Saat ini, kapasitas kilang Pertamina berada di angka 1 juta barel per hari, sedangkan produksi minyak mentah domestik berkisar di angka 600 ribu barel per hari.

ÔÇ£Kami terus menjalankan berbagai inisiatif untuk meningkatkan produksi. Pada saat yang sama, kami juga memperkuat portofolio gas bumi melalui partisipasi dalam proyek-proyek strategis,ÔÇØ kata Oki.

Langkah ekspansi internasional juga dilakukan secara selektif oleh Pertamina untuk menyeimbangkan pencarian nilai ekonomi di luar negeri serta pengamanan pasokan energi untuk kebutuhan dalam negeri.

Sebagai perusahaan terintegrasi dari hulu hingga hilir, Pertamina memanfaatkan rekam jejak panjang, kesiapan infrastruktur, dan kemitraan strategis sebagai modal utama dalam meningkatkan daya saing di tingkat global.

ÔÇ£Kolaborasi dengan sesama NOC maupun International Oil Company membantu menurunkan risiko, memperkuat disiplin investasi, serta mempercepat pengembangan berbagai peluang bisnis yang mendukung ketahanan energi,ÔÇØ kata Oki.

Kawasan ASEAN dinilai menjadi daya tarik besar bagi investasi sektor energi karena stabilitas keamanan, pasar yang luas, serta pertumbuhan permintaan yang masif. Sekitar 50 persen dari pertumbuhan permintaan energi global diproyeksikan berasal dari Asia Tenggara.

ÔÇ£ASEAN menjadi kawasan yang menarik bagi investasi karena memiliki pasar yang besar, pertumbuhan permintaan energi yang kuat, serta kondisi yang relatif stabil. Dukungan regulator dan para pemangku kepentingan juga menjadi faktor penting dalam menjaga arus investasi ke kawasan ini,ÔÇØ tutup Oki.

Artikel terkait

Rekomendasi